Warta Kita.org – Kelompok Gerong Choir mengadakan kegiatan sosial sebagai wujud nyata dari pelaksanaan program garapan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten yang bertajuk “Mbalur” (Ambyur Mbangun Sedulur) melalui sapaan kasih kepada warga KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel).
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno pada Rabu (22/10/2025).
Dalam kegiatan ini, Gerong Choir bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ceporan, Posyandu Jiwa, dan Puskesmas Gantiwarno.
Melalui kegiatan ini, mereka ingin memberikan perhatian dan kasih sayang kepada 20 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tinggal di Desa Ceporan. Mereka dianggap sebagai bagian dari masyarakat yang sering terlupakan, padahal mereka juga membutuhkan dukungan dan kepedulian.
Perwakilan Gerong Choir, Antonius Supriyadi menjelaskan, kegiatan ini menjadi cara untuk menyalurkan kasih secara nyata kepada sesama.
“Kami ingin menghidupi sabda Tuhan dari Injil Matius 25:40 yaitu Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku,” katanya.
Acara diawali dengan presensi para ODGJ. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter dari Puskesmas Gantiwarno. Setelah itu, Gerong Choir mengadakan terapi sederhana berupa yel-yel, permainan, dan bernyanyi bersama, sehingga suasana menjadi ceria dan penuh semangat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Ceporan Sutopo dan Camat Gantiwarno V Retno Setyaningsih yang turut bernyanyi bersama para ODGJ serta semua warga yang hadir.
Sebagai bentuk kepedulian, Gerong Choir membagikan bingkisan kasih berupa sembako serta perlengkapan mandi dan cuci kepada seluruh ODGJ yang hadir.
Supriyadi menambahkan, Gerong Choir memang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Sebelumnya, mereka pernah mengunjungi warga binaan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Klaten dan memberikan sumbangan dana pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
“Kami ingin terus menghadirkan sukacita dan kasih kepada siapa pun, terutama mereka yang sering dipinggirkan,” jelasnya.
Untuk diketahui, setiap ODGJ di Desa Ceporan didampingi oleh seorang relawan dari Posyandu Jiwa yang tergabung dalam kelompok RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat).
Kelompok RBM ini dibentuk atas inisiatif KARINA KAS, yang awalnya mendampingi korban gempa tahun 2006 melalui kegiatan trauma healing dan kini terus bergerak membantu penyandang disabilitas serta ODGJ.









