WartaKita.org – Bupati Klaten Sri Mulyani menggelar acara ngopi Merapi bersama 269 calon kades terpilih hasil Pilkades serentak 13 Maret 2019 di Rumah Dinas Bupati Klaten, Selasa (9/4/2019) pagi.
Pada kesempatan itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengingatkan calon kades terpilih untuk mengajak warganya berduyun-duyun datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019.
Bupati Sri Mulyani mengatakan, menjelang Pemilu 17 April, warga Klaten jangan sampai terkena isu hoax yang menyesatkan.
“Jangan sampai ada warga Klaten yang golput. Karena dana triliunan rupiah digelontorkan Pemerintah untuk membiayai Pemilu. Maka sebagai warga yang baik harus menyukseskan Pemilu dengan memberikan hak pilihnya,” katanya.
Sri Mulyani juga mengajak para calon kades terpilih untuk mendoakan agar Presiden Joko Widodo diberikan kesabaran dan kekuatan sehingga dapat melanjutkan memimpin Bangsa Indonesia.
“Saya berharap, para calon kades terpilih yang akan dilantik pada 16 Mei 2019 mendatang dapat bahu membahu bersama komponen masyarakat mewujudkan Pemilu yang aman dan damai,” pesannya.
Sedang Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi dalam sambutannya mengatakan, polisi siap mengamankan jalannya Pilpres dan Pileg di Kabupaten Klaten.
“Semoga tingkat kehadiran warga di TPS (tempat pemungutan suara) bisa mencapai 90 persen, seperti saat Pilkades 13 Maret 2019 lalu. Siapapun yang akan mengganggu jalannya Pemilu dan akan melanggar ketertiban umum, maka akan dihadapi oleh polisi bersama komponen keamanan lainnya,” tandasnya.
AKBP Aries Andhi menyatakan, Polres Klaten siap menjamin keamanan warga yang akan memberikan hak pilihnya di TPS, sehingga semua warga yang sudah mempunyai hak pilih dapat nyaman dan tenang dalam memberikan hak pilihnya.
“Semua TPS yang ada di Klaten akan dijaga dengan sebaik-baiknya, sehingga panitia Pemilu dan warga dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya secara baik,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Klaten Albertus Usada menyampaikan, calon kades terpilih harus tetap rendah hati dan melayani semua warga.
“Para kades terpilih yang nantinya akan menjadi songsong agung di desanya masing-masing agar tidak silau melihat harta seperti Dana Desa (DD). Karena dana desa tersebut dari Pemerintah yang harus dipergunakan untuk pembangunan untuk rakyat dan harus dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Terkait, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Klaten, Joko Purwanto menjelaskan, acara silaturahmi kades terpilih bertujuan untuk menjalin sinergi yang baik antara calon kades terpilih, para camat, dan Bupati Klaten. Pasalnya, program pembangunan desa harus sejalan dengan program pembangunan kecamatan dan program pembangunan Bupati Klaten.
“Dari 269 calon kades terpilih, ada sekitar 220 orang yang hadir pada acara tersebut,” ucapnya.









