Warta Kita.org – Kabar baik bagi para pecinta kuliner dan yang menyukai tantangan.
Warung Tengkleng Ndas Sor Duren yang berada di Jalan Raya Pedan – Karangdowo, tepatnya di Dukuh Tandantraman, Desa Jatimulyo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten menggelar lomba makan cepat kepala kambing utuh.
Kick off lomba makan cepat kepala kambing utuh pada tahun 2025 ini dilakukan di warung setempat pada Minggu (17/8/2025) siang.
Owner Warung Tengkleng Ndas Sor Duren Pedan Amad Djuwayri didampingi putranya, Ghifari menyampaikan, lomba makan cepat kepala kambing utuh ini diadakan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia (RI).
“Alhamdulillah, hari ini pas di tanggal 17 Agustus 2025, kita memperingati hari kemerdekaan RI, kita punya event setiap tahun, yaitu launching lomba cipta rekor makan ndas utuh. Pada babak penyisihan ke 1 ini diikuti tiga peserta, yaitu M Alif Satria dari Klaten, Mukri dari Klaten, dan Kanda Althof A dari Banjarnegara. Mereka makan kepala kambing utuh dengan berat sekitar 1,5 kg,” katanya.
Setelah mereka berlomba, pemenang babak penyisihan ke 1 ini diraih oleh M Alif Satria dari Klaten dengan catatan waktu 4 menit 31 detik. Hasil ini masih jauh dari rekor atas nama Lian Men dari Surabaya dengan catatan waktu 1 menit 30 detik.
“Tapi bersyukur, tadi Mas Alif cukup kuat untuk menyantap satu kepala utuh habis,” ujar Amad.
Amad Djuwayri menjelaskan, lomba cipta rekor makan ndas utuh tahun 2025 ini merupakan tahun ke empat.
“Untuk hadiah di tahun keempat ini akan ada peningkatan. Insya Allah di tahun keempat ini akan ada hadiah nominal (total) Rp4 juta. (hadiah) Itu akan kita kasihkan buat yang bisa mengalahin rekornya Mas Lian Men dari Surabaya dengan catatan waktu 1 menit 30 detik,” ungkapnya.
Amad menyatakan, dalam lomba makan cepat kepala kambing utuh ini, Warung Tengkleng Ndas Sor Duren juga meluncurkan menu baru, yaitu nasi kebuli.
“Alhamdulillah, menu yang saat ini jadi best seller yaitu nasi kebuli. Dan pada Agustus ini luar biasa permintaannya. Bahkan hari ini, nasi kebuli yang kita masak tadi pagi pun sudah habis. Jadi, kita masak yang kedua kalinya ini,” ungkapnya.
Sementara itu M Alif Satria mengaku bersyukur bisa menjadi pemenang pada babak penyisihan ke 1 lomba cipta rekor makan ndas utuh ini.
“Alhamdulillah, tadi saya bisa menang. Untuk triknya, saya langsung makan bagian yang besar-besar saja, baru yang kecil-kecil. Saya nggak ada persiapan khusus, karena saya baru pertama kali ikut lomba. Jadi ya agak sedikit kaget, tapi nggak apa-apa,” ucap Alif.









