WartaKita.org – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Klaten, utamanya para pelanggan Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Merapi Kabupaten Klaten Irawan Margono melalui Direktur Teknik, Sigit Setyawan Bumantoro, Kamis (31/7/2025), menyampaikan, pada tahun 2024, atau tepatnya akhir tahun 2023, Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten berhasil mendapatkan ijin dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pemanfaatan mata air Ingas Cokro dengan debit air 130 liter per detik.
“Dulu, rencana kita untuk pelayanan ke wilayah timur, seperti Kecamatan Ceper, Cawas, Karangdowo, Bayat, dan sekitarnya. Tapi kita terus berpikir, di wilayah timur itu sebagian juga sudah terlayani. Sementara itu, di wilayah kota sudah tidak ada potensi (mata air) lagi. Akhirnya, setelah kita hitung-hitung, maka (air itu) kita tarik ke kota,” katanya.
Sigit Setyawan Bumantoro menjelaskan, jarak dari mata air Ingas Cokro sampai ke Kota Klaten itu sekitar 13 kilometer. Dan pekerjaan menyambungkan jaringan air itu bukanlah hal yang ringan, karena harus melewati jalan raya dan sebagainya.
“Tetapi alhamdulillah, Bupati Sri Mulyani (saat itu) dan Mas Bupati Hamenang (saat ini) mendukung (penyambungan jaringan air dari mata air Ingas Cokro). Agar pasokan air di kota lebih stabil, lebih handal, dan lebih baik. Akhirnya, kita tarik ke kota. Ini untuk mengamankan pelanggan di daerah Kelurahan Gergunung, Perumahan Griya Prima, dan sekitarnya. Dan pastinya, akan ada tambahan 2000 sampai 3000 pelanggan nantinya,” ujarnya.
Sigit mengakui, selama ini, ada beberapa wilayah di Kabupaten Klaten yang sering mengalami gangguan pelayanan pada pagi dan sore. Karena dari sisi elevasinya (ketinggian suatu tempat) lebih tinggi. Seperti wilayah Kelurahan Gergunung, Perumahan Griya Prima, dan sekitarnya.
“Ini sudah terjadi puluhan tahun, dan jadi pekerjaan rumah (PR) kita. Sebenarnya, kami juga risih sebagai pelayanan. Lha gimana lagi, karena elevasinya tinggi. Kemudian sumber (air) yang kita manfaatkan juga terbatas. Sehingga ketika itu dimaksimalkan pun tidak bisa,” ungkapnya.
Sigit menyatakan, dulu, ketika pelanggan masih sedikit, hal itu tidak begitu menjadi masalah. Ketika masih sekitar 9.000 sampai 10.000 pelanngan. Tapi sekarang, pelanggan di kota saja sudah 22.000 pelanggan, atau sudah dua kali lipat.
“Maka, manakala di wilayah-wilayah itu pelayanannya terganggu pada pagi dan sore, ya kita bisa memaklumi,” terangnya.
Ia menerangkan, penyambungan jaringan air dari mata air Ingas Cokro sampai ke kota ini akan berdampak pada peningkatan tekanan atau konyuitas (pasokan) air di beberapa wilayah. Dan tentunya, juga akan ada penambahan jumlah pelanggan.
“Manakala jaringan dari Ingas Cokro ini sudah masuk kota, maka akan kita bagi. Pembagian kita, Klaten Utara sebagian besar dari Ingas Cokro. Sedang Klaten Tengah, Klaten Selatan dari areal sini. Karena mengalirkan air itu tidak semudah mengalirkan air di irigasi,” paparnya.
Ia memaparkan, penyambungan jaringan pipa sepanjang 13 kilometer ini dari perempatan Soto Sabar, sekitar Watergong (Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo) sampai dengan GOR Gelarsena Klaten. Sedang pemecahan aliran pipa di Pasar Mayungan. Ada pipa yang dialirkan ke kanan ke arah Kelurahan Gergunung. Dan ada juga dari lapangan Mayungan ke kiri ke arah Perumahan Griya Prima. Sedang aliran pipa yang lurus sampai di GOR Gelarsena Klaten.
“Penyambungan jaringan pipa dari Ingas Cokro ini sudah dilakukan, dan sudah lebih dari 60 persen. Semoga akhir Agustus sudah selesai, lalu kita ujicoba. Dan pada September, jaringan kita tata lagi,” harapnya.
Sigit mengungkapkan, air dari Ingas Cokro yang akan ditarik ke kota sekitar 50 liter per detik. Ini akan digunakan untuk memperbaiki layanan di wilayah Perumahan Griya Prima, Kelurahan Gergunung, dan sekitarnya. Juga di daerah sekitar Desa Jomboran.
“Harapan kita, untuk di kota, per tahun ada 200 sampai 300 pelanggan tambahan. Sehingga dalam lima tahun ke depan, mudah-mudahan kita bisa 1500 sampai 2000 pelanggan tambahan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten untuk wilayah kota ada sekitar 22.000 pelanggan. Sedang totalnya ada sekitar 53.000 pelanggan yang dilayani dari 10 mata air dan 11 sumur.
“Setelah ada tambahan (pasokan air) dari mata air Ingas Cokro ini sebenarnya sudah cukup, dan sudah bagus untuk pelayanan 24 jam. Karena indikator pelayanan yang baik itu dilihat dari sisi kualitas ketercukupan. Manakala air itu ada, dan aliran airnya lancar atau bahkan deras,” ucap Sigit.









