WartaKita.org – Kabar duka menyelimuti umat Keuskupan Agung Semarang (KAS).
Rama Fransiskus Xaverius (FX) Wiyono Pr telah dipanggil Bapa di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta pada Senin (18/3/2019).
Sosok Imam Praja yang juga dikenal sebagai seniman dalang wayang kulit yang lembut dan sabar ini lahir di Sleman pada tanggal 19 Februari 1942. Rama Wiyono merupakan anak ke 10 dari 11 saudara, putra dari Bapak Yusuf Dulhadi Hardjodipuro dan Ibu Maria Suginah.
Misa Requiem secara selebran dilaksanakan di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan pada Selasa (19/3/2019) pagi.
Misa dihadiri oleh Bapa Kardinal Julius Darmaatmadja, Bapa Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, Bapa Uskup Emiritus Purwokerto Mgr J Sunarko SJ dan Bapa Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono, Vikep DIY Rama Andrianus Maradiyo dan Vikep Kategorial Rama Y Dwi Harsanto, sejumlah rama, serta ribuan umat lainnya.
Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam homili mengatakan, Rama Wiyono merupakan pribadi imam yang memiliki dua jati diri, yakni sebagai imam dan dalang.
“Rama Wiyono merupakan pribadi yang penuh ketekunan, kesabaran, rendah hati, setia, dan sumeleh. Ketaatannya sebagai imam dihayatinya sampai akhir hayatnya. Semangat hidup Rama Wiyono ini hampir sama dengan semangat hidup Santo Yusuf,” kata Bapa Uskup.
Sedang Ketua Unio (Paguyuban Rama Praja) KAS Rama Petrus Agoeng Noegroho Pr menyatakan, Rama Wiyono merupakan rama yang paling rajin menghadiri acara atau kegiatan Unio. Rama Wiyono adalah sosok imam yang dengan tekun mengembangkan budaya wayang kulit dan karawitan.
Sementara itu, Rektor Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Rama M Djoko Setya Prakosa Pr mengungkapkan, Rama Wiyono merupakan pribadi yang menarik.
“Rama Wiyono mempunyai cita-cita yang sangat positif terhadap lingkungan hidup (terutama tanaman). Rama Wiyono selalu taat terhadap pimpinan, dan siap sedia dimanapun diutus,” ucap rama.
Sekadar diketahui, Rama Wiyono menjalani tugas Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Santa Maria Lourdes Promasan, Kulon Progo. Usai ditahbiskan, Rama Wiyono mendapat tugas perutusan di Paroki Hadi Kudus Yesus Pugeran pada tahun 1970 hingga 1980. Kemudian pada tahun 1981-1982 di Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan, dan pada tahun 1982 hingga 1986 mendapat tugas perutusan sebagai Vikep Kedu.
Selanjutnya pada tahun 1986-1988 menjadi staf dan pembimbing Seminari Tinggi Santo Petrus Pematang Siantar. Kemudian mendapat tugas di Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan tahun 1988 hingga 1994, dan bertugas di Paroki Kristus Raja Baciro pada tahun 1994 hingga 1998. Dan pada tahun 1998-2005 mendapat tugas di Paroki San Inigo Dirjodipuran, kemudian di Paroki Hadi Kudus Yesus di Ganjuran tahun 2005-2007. Selanjutnya kembali lagi bertugas di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran tahun 2007-2017. Sejak 2017 menjadi pendoa dan tinggal di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan hingga wafat pada 18 Maret 2019.
Selamat jalan Rama FX Wiyono menuju rumah Bapa di Surga….









