DKPP Klaten Gelar Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA Dan Masak Ikan, Bupati Hamenang: Semoga Masyarakat Jadi Lebih Cerdas Dan Kuat

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan para pejabat lainnya berfoto bersama para juara Lomba Masak Ikan.

WartaKita.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten menggelar Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA (beragam, bergizi seimbang dan aman) dan Lomba Masak Ikan di komplek kantor dinas setempat pada Selasa (22/7/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan menyampaikan, Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA dan Lomba Masak Ikan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 221 Klaten dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT ke 80 Republik Indonesia (RI).

Bacaan Lainnya

“Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA dan Lomba Masak Ikan ini diikuti para ibu PKK dari perwakilan 26 kecamatan di Kabupaten Klaten,” katanya.

Iwan Kurniawan menyatakan, lomba kreasi olahan pangan lokal beragam, bergizi seimbang dan aman ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan sumber gizi alternatif termasuk pemanfaatan sumber karbohidrat non nasi atau bahan pangan lokal yang ada di sekitar dan memiliki nilai gizi.

“Dengan demikian diharapkan, lomba ini dapat membantu mengurangi angka stunting yang ada di Kabupaten Klaten dan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045,” harapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang dan pengurus lainnya berfoto bersama para juara Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA.

Sedang Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik dan mengapresiasi diadakannya Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal B2SA dan Lomba Masak Ikan ini.

“Intinya, bukan pada pelaksanaan lomba, tetapi bagaimana berbagai macam hasil olahan pangan lokal tersebut dengan nutrisi dan gizi yang tepat ini bisa di-getok tular-kan kepada warga lainnya. Harapannya, dengan pemenuhan gizi dan nutrisi ini, maka warga masyarakat akan menjadi lebih baik lagi, sehingga generasi penerus bisa lebih cerdas dan bisa lebih kuat,” tandasnya.

Sementara itu peserta lomba dari Kecamatan Wonosari, Ernawati menjelaskan, timnya membuat olahan pangan dari bahan entik yang dikreasikan dengan pisang kepok dan edamame sebagai pengganti karbohidrat (beras atau nasi). Lalu ditambah protein hewaninya berupa ikan kakap dibalut dengan telur daun kelor, dan protein nabatinya yaitu nugget dari tempe. Sedang sayurnya dari bunga pepaya dan daun genjer yang ditumis. Kemudian untuk buahnya yakni pepaya yang dikreasikan menjadi puding sedot. Dan kudapannya berupa kroket dari sukun dengan krim gule. Sementara itu sayur untuk anak-anak berupa sayur asem yang memanfaatkan buah beligo, daun murbei, dan wortel,

“Harapannya, dari lomba ini kami dapat termotivasi untuk membuat masakan atau olahan pangan dari bahan-bahan yang ada di sekitar kami, yang dapat diolah menjadi makanan yang enak,” ucap Ernawati.

Pos terkait