WartaKita.org – Informasi penting untuk umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten.
Untuk melatih kepedulian umat terhadap lingkungan, maka Paroki Wedi mulai Rabu (19/2/2025), menyediakan empat kotak botol sampah. Kotak botol sampah tersebut diletakkan di depan kantor sekretariat paroki, sudut depan timur halaman gereja, samping timur pasturan, dan Susteran Abdi Kristus (AK).
Kotak botol sampah berbentuk vertikal berukuran 200 x 80 cm ini diberi warna merah, kuning, hijau, dan biru.
Pastor Paroki Wedi Rama Blasius Edy Wiyanto, Pr menjelaskan, tempat atau kotak botol sampah ini menjadi penanda kepedulian umat pada lingkungan. Bukan hanya bisa menempatkan atau memilah sampah, tapi juga menjadi kepedulian umat bagaimana ada sustainable atau keberlanjutan dalam pengelolaan sampah.
“Apa yang kemudian kita buang, yang kita anggap sampah, terlebih plastik yang tidak bisa diurai, itu perlu disendirikan dan ditempatkan. Bahkan, sampah ini juga bisa menjadi berkah, ketika kita juga bisa uangkan,” kata rama.
Rama Edy menyampaikan, tempat sampah ini menjadi ajakan bagi umat untuk peduli dan semakin sadar akan kebersihan lingkungan.
“Juga bagaimana kita mengolah lingkungan ini. Sehingga sampah-sampah yang tidak bisa kita urai, bisa kita sendirikan. Dan nanti kita juga bisa uangkan untuk kegiatan selanjutnya,” ujar rama.
Rama Edy menambahkan, pengadaan tempat sampah ini diinisiasi oleh Tim Pelayanan Keutuhan Ciptaan (Bidang Kemasyarakatan) bekerjasama dengan Bidang Rumah Tangga Paroki (RTP).
“Kita kemudian mengajak misdinar dan teman teman muda untuk memanfaatkan tempat sampah itu. Nanti pengelolaannya itu misdinar. Tapi itu menjadi kesadaran seluruh umat bagaimana memanfaatkan tempat ini,” pesan rama.









