WartaKita.org – Pengelola Lembaga Pendidkan Tinggi Muhammadiyah (LPTM) harus memiliki konsep pengembangan (roadmap) yang terencana guna menjalankan tugas Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Hal tersebut disampaikan Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Sutrisno M.Ag dalam amanatnya usai pelantikan Wakil Ketua I, II, dan III, Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Klaten periode 2019-2023 di aula kampus setempat pada Kamis (7/2/2019).
“Amal Usaha Muhammadiyah harus turut serta menjadi bagian dari gerakan Islam amar makruf nahi munkar guna mewujudkan Islam sebenar-benarnya sebagaimana maksud dan tujuan Muhammadiyah. Untuk itu, pengelola Lembaga Pendidikan Muhammadiyah termasuk STAIM Klaten harus memiliki rencana strategis (reinstra) dalam pengembangan Lembaga Pendidikan di Muhammadiyah,” katanya.
Sutrisno menjelaskan, roadmap pengembangan kampus sebagai lembaga pendidikan ini bertujuan untuk meningkat kan kepercayaan masyarakat sebagai kampus yang melahirkan kader berpendidikan dan berkemajuan.
Sementara itu, Ketua STAIM Klaten Agus Wasisto Dwi Dosowarso menjelaskan, pelantikan Wakil Ketua I, II, dan III STAIM Klaten ini berdasarkan pada Surat Keputusan nomor 0006-0008/Kep/I.3/D/2019 tanggal 16 Januari 2019 tentang Pengangkatan Wakil Ketua STAIM Klaten.
Dalam pelantikan tersebut, Wakil Ketua I dijabat oleh Agus Bambang Trenggono yang menggantikan Agus Wasisto Dwi Dosowarso, Wakil Ketua II dijabat oleh Sri Handayani menggantikan Ngadimin, dan Wakil Ketua III dijabat Burhanudin menggantikan Sutopo Mulyo Widodo.
“Saya berharap Wakil Ketua dan struktural yang dilantik ini dapat menjalankan tugasnya dalam mengembangkan STAIM Klaten agar lebih diterima di masyarakat dengan meningkatkan sinergitas terhadap persyarikatan,” harapnya.









