FGD Di Senden, Sukirno Ajak Pemuda Siapkan Diri Sambut Indonesia Emas 2045

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno berfoto bersama warga Desa Senden di akhir acara Focus Group Discussions di aula kantor desa setempat, Kamis (13/6/2024) sore.

WartaKita.org – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno menggelar Focus Group Discussions (FGD) di Aula Kantor Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten pada Kamis (13/6/2024) sore.

FGD yang mengusung tema “Pancasila jiwa pemersatu bangsa menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri Kepala Desa dan Perangkat Desa Senden, serta warga setempat.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Senden Satya Sugiyanta dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno yang berkenan mengadakan acara FGD di desanya.

“Terima kasih kepada Bapak Sukirno yang telah mengadakan FGD di Desa Senden. Ini adalah bukti kecintaan dan kedekatan Pak Kirno kepada masyarakat Desa Senden. Karena kedekatan dengan Pak Kirno ini, maka Pemdes (Pemerintah Desa) Senden mendapat bantuan keuangan (bankeu) dari Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jawa Tengah. Bantuan keuangan ini akan kita gunakan untuk pengaspalan jalan desa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Satya Sugiyanta mengajak masyarakat Desa Senden untuk selalu bersatu dan guyub rukun.

“Saya mengajak masyarakat Desa Senden, apapun latar belakangnya, untuk tetap bersatu, dan guyub rukun. Untuk membangun desa kita yang tercinta ini,” ajaknya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno saat menyampaikan materi pada acara Focus Group Discussions di aula Kantor Desa Senden, Kamis (13/6/2024) sore.

Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno dalam paparan menyampaikan, saat pemilu 2024 yang lalu, masyarakat sempat “terpecah” karena perbedaan pilihan. Perbedaan pilihan itu bisa dikarenakan ideologi, kedekatan, diberi sesuatu yang lebih, dan sebagainya.

Nah, sekarang, saatnya kita lupakan Pemilu yang lalu itu. Kita yang dulu berbeda-beda pilihan, saatnya kita bersatu lagi, kita guyub rukun lagi. Karena kita punya Pancasila, yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia,” ujarnya.

Stephanus Sukirno menyatakan, Proklamator Bung Karno pernah mengatakan: “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”.

Nah, pertanyaannya, 10 pemuda itu yang seperti apa? Saya yakin, 10 pemuda itu pasti pemuda yang hebat. Bukan asal pemuda. Bukan pemuda yang leda lede. Bukan pemuda yang suka judi online. Bukan pemuda sing ora isoh apa-apa, sing durung tau ngapa-apa, lan ora gelem ngapa-ngapa,” ungkapnya.

Mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini mengatakan, “generasi tua” pasti akan rela memberikan hak pemuda untuk menerima estafet kepemimpinan nasional, asal mereka mau dan mampu.

“Karena itu, para pemuda yang pada tahun 2045 nanti mempunyai hak untuk mengelola negara, harus mempersiapkan diri. Caranya ya dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja sungguh-sungguh, mau melakukan sesuatu bagi masyarakat dan bangsanya,” tandas Sukirno.

Pos terkait