Di Prambanan, Bupati Klaten Ajak Kepala Desa Gandeng Pihak Ketiga Untuk Membangun Desa

Bupati Klaten Sri Mulyani berfoto bersama Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti dan para Kepala Desa se Kecamatan Prambanan di Pendopo Kecamatan setempat pada Selasa (16/1/2024).

WartaKita.org – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Prambanan, Kabupaten Klaten memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Penyerahan Peraturan Desa (Perdes) Pertanggungjawaban Realisasi APBDes Tahun Anggaran 2023 dan Rancangan APBDes tahun Anggaran 2024 se Kecamatan Prambanan di Pendopo Kecamatan setempat pada Selasa (16/1/2024).

Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti dalam laporan menyampaikan, penyerahan Perdes Pertanggungjawaban Realisasi APBDes dan Rancangan APBDes kepada Bupati Klaten ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Prambanan.

Bacaan Lainnya

“Semua desa di Kecamatan Prambanan telah menyusun Pertanggungjawaban Realisasi APBDes 2023 dan rancangan APBDes 2024 yang kemudian sebelum ditetapkan menjadi APBDes telah dilaksanakan desk di masing-masing desa dan didampingi dari tim desk kecamatan. Dan hasilnya, Rancangan APBDes 2024 sudah dapat ditetapkan menjadi APBDes secara serentak se Kecamatan Prambanan,” katanya.

Puspo Enggar Hastuti berharap, dengan penyerahan dokumen tersebut, desa dapat melakukan persiapan lebih awal dalam melaksanakan program di tingkat desa.

“Bahwa sebelum melaksanakan program dan kegiatan, desa wajib menyusun rancangan ABPDes yang ditetapkan menjadi Perdes APBDes tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun 2024 dan Peraturan Kepala Desa tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tersebut. Berdasarkan hal tersebut, 16 desa di Kecamatan Prambanan telah menyusun Rancangan APBDes,” ujarnya.

Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengapresiasi langkah Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan Prambanan yang telah mempersiapkan dokumen APBDes 2024 lebih awal sehingga bisa sesuai regulasi yang ada.

“Saya bangga dan mengapresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Prambanan beserta Pemerintah Desa yang selalu lebih awal menyerahkan dokumen APBDes setiap tahunnya. Sehingga ini bisa menjadi pilot project untuk desa-desa di kecamatan lainya,” ungkap Bupati.

Sri Mulyani berpesan agar setiap program kegiatan yang ada dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta sesuai dengan kebutuhan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Saya berpesan agar semua program kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi nantinya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesan bupati.

Bupati menyatakan, wilayah Kecamatan Prambanan ini sangat strategis, kaya akan potensi, dan penduduknya sudah modern.

“Karena wilayah Kecamatan Prambanan ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman, maka saya berpesan kepada para kepala desa untuk melihat potensi desanya. Seperti Desa Pereng, Desa Kebondalem Kidul, Desa Bugisan, dan sebagainya. Silahkan Pemerintah Desa segera menggandeng pihak ketiga untuk memajukan dan mengembangkan potensi desanya masing-masing,” ajak Bupati.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Pereng, Purwanto Hadi menjelaskan, Pemerintah Desa Pereng sudah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga mulai Januari 2024 ini. Dan sekarang, sudah ada pembangunan, penataan wilayah dan sebagainya sehingga nantinya Desa Pereng diharapkan akan menjadi desa wisata yang maju dan berkembang.

“Perjanjiannya senilai Rp25 juta per tahun. Dan pembagiannya 3 persen untuk hasil kotor. Kita bekerjasama dengan perorangan. Sudah ada MoU (kesepakatan) dan sudah rampung semuanya. Ijin dari Bupati juga sudah keluar,” ucapnya.

Untuk diketahui, Desa Pereng mempunyai objek wisata yakni Galpentjil Heritage Pereng. Objek wisata ini berada di bawah Perbukitan Seribu Kabupaten Sleman, DIY.

Pos terkait