406 Mahasiswa Baru Unwidha Klaten Ikuti Kuliah Perdana, Rektor Triyono: Selamat Datang Calon Pemimpin Bangsa…

Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono saat memberikan sambutan pada acara kuliah perdana bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2023/2024 di aula kampus setempat, Senin (18/9/2023).

WartaKita.org – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten menggelar kuliah perdana bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2023/2024 di aula kampus setempat, Senin (18/9/2023).

Kuliah perdana ini diikuti sebanyak 406 mahasiswa baru dari jalur reguler. Para mahasiswa ini secara resmi diterima sebagai anggota civitas akademika Unwidha Klaten oleh Rektor Prof Triyono.

Bacaan Lainnya

Dalam kuliah perdana ini diisi materi kuliah umum oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Psikologi Unwidha Klaten, Dr Arif Julianto Sri Nugroho, SE. MSi dengan tema “Era Disrupsi, Peluang dan Tantangan”.

Untuk diketahui, mahasiswa baru dari jalur reguler yang mengikuti kuliah perdana hari ini adalah di luar dari 928 mahasiswa baru Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unwidha Klaten yang juga sudah diterima secara resmi oleh Rektor Unwidha Klaten pada Sabtu (16/9/2023).

Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono dalam sambutan mengucapkan selamat datang dan bergabung dengan segenap civitas akademika Universitas Widya Dharma Klaten kepada para mahasiswa baru.

“Dengan sudah menyandang status sebagai mahasiswa, otomatis terjadi perubahan dalam fase kehidupan kalian, yang semula disebut siswa, sekarang adalah mahasiswa. Yang semula sekolah, sekarang kampus. Yang semula belajar, sekarang kuliah,” kata rektor.

Prof Triyono juga menyampaikan, para mahasiswa baru yang sekarang berada di ruangan ini berusia antara 18 sampai 21 tahun. Dimana nantinya pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 100 tahun, mereka berada di usia 41 sampai 45 tahun.

“Pada saat itu, mereka adalah para pemimpin bangsa, dan mereka ini adalah generasi emas. Dimana di pundak merekalah nasib keberlangsungan bangsa dan negara ini diletakkan,” ujar Rektor.

Triyono menjelaskan, saat ini, semua orang sedang berada di sebuah era yang disebut sebagai era disrupsi.

“Dimana era tersebut ditandai dengan terjadinya perubahan yang begitu cepat dan masif di semua lini kehidupan manusia. Dimana bila seseorang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut akan dilibas oleh perubahan tersebut, ungkap Rektor.

Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono bersama dosen lainnya berfoto bersama perwakilan mahasiswa baru di sela acara kuliah perdana bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2023/2024 di aula kampus setempat, Senin (18/9/2023).

Ia menambahkan, era disrupsi diawali oleh revolusi industri pada abad 18 yang ditandai dengan ditemukannya mesin uap. Dari yang semula semua pekerjaan itu dikerjakan oleh manusia, kemudian digantikan dengan mesin tenaga uap. Yang kemudian dilanjutkan dengan revolusi industri kedua pada akhir abad ke 19 dengan ditemukannya listrik. Industri semakin berkembang cepat.

“Selanjutnya pada pertengahan abad ke 20 yaitu sejak ditemukannya komputer, dunia digital mulai berkembang dimana pekerjaan manusia sudah bisa dikerjakan oleh mesin. Dan masa ini disebut sebagai masa tekhnologi 4.0,” jelas Rektor.

Rektor menerangkan, manusia akan segera memasuki era teknologi 5.0.

“Masa di mana bila kita ingin menghidupkan listri di rumah, kita bisa kita lakukan dari jarak jauh. Bila kita ingin mematikan kompor atau mesin pompa air, bisa kita lakukan pada saat kita sedang berbelanja di mall. Saat ini, Jepang sudah merintis teknologi 5.0 tersebut. Maka, mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi jika kita tidak ingin dilibas oleh teknologi itu,” papar Rektor.

Pos terkait