WartaKita.org – Harga beras yang belakangan ini merangkak naik disikapi oleh Pemerintah.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Surakarta mengambil langkah untuk menstabilkan harga beras dengan melakukan operasi pasar (OP) beras medium mulai Jumat (12/1/2018).
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, operasi pasar beras ini dilakukan di 10 pasar (titik) di Kabupaten Klaten, yaitu Pasar Tegalgondo, Daleman, Delanggu, Pedan, Kota Klaten, Gabus Jatinom, Srago, Wedi, Kraguman dan Juwiring. Di setiap pasar tersebut, Bulog mendistribusikan 5 ton beras medium dengan harga Rp9.000 per kg untuk kemasan 25 kg, dan dengan harga Rp9.350 per kg untuk kemasan 5 kg.
“Operasi pasar beras ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras di Klaten yang akhir-akhir ini merangkak naik,” katanya.
Sri Mulyani menyampaikan, dalam operasi pasar beras ini, para warga, pengecer, atau pedagang boleh memborong beras dalam jumlah besar. Beras yang telah dibeli ini juga boleh dijual kembali.
“Hanya saja, dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan. Dan (HET) ini akan kita pantau terus,” ujarnya.
Sementara itu, Juminten (52), warga Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko mengaku senang dengan OP beras yang dilakukan oleh Bulog dan Pemkab Klaten ini.
“Saya senang. OP beras ini sangat membantu kami. Karena akhir-akhir ini harga beras di pasaran terus naik,” ucapnya.









