Serahkan SK Paguyuban Seger Sehat Migunani, Pemdes Plawikan Bantu Rp5 juta Untuk Keberlanjutan Ketahanan Pangan

Kepala Desa Plawikan Lilik Ratnawati saat menyerahkan Surat Keputusan Pengukuhan Paguyuban Seger Sehat Migunani RT 1 RW 8 Desa Plawikan pada Rabu (19/7/2023).

WartaKita.org – Salah satu tugas dan fungsi dari Kepala Desa (Kades) adalah Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Sesuai regulasi penggunaan Dana Desa tahun 2022 yang menyebutkan bahwa sebesar 20 persen untuk Ketahanan Pangan dan Peternakan, maka Pemerintah Desa (Pemdes) Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten langsung memulainya pada awal tahun 2022. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Lomba Ketahanan Pangan Tingkat RT yang diawali dengan pemberian aneka jenis benih dan bibit sayuran serta ternak ayam.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Plawikan Lilik Ratnawati menyampaikan, pihaknya berterima kasih dan bangga atas penerimaan dan pelaksanaan Lomba Ketahanan Pangan Tingkat RT oleh masyarakat setempat.

“Sebanyak 29 RT yang ada, semuanya turut ambil bagian dalam membangun Kebun Ketahanan Pangan. Lokasi Ketahanan Pangan pada tingkat RT amat beragam, mulai dari tritisan halaman rumah, pekarangan kosong, area tanah kosong di tepi jalan desa, tanah kosong di tepi sungai, dan lain-lain,” katanya.

Kades Plawikan menjelaskan, nuansa gotong royong warga dalam membangun Kebun Ketahanan Pangan tingkat RT amat kental dan penuh keakraban. Mereka merasakan kegiatan ini sebagai wahana untuk saling berkumpul dan saling berbagi tugas pasca pandemi Covid 19.

“Pemerintah Desa Plawikan telah memberikan apresiasi kepada 10 nominasi juara karena telah mewujudkan Kebun Ketahanan Pangan dengan amat serius dan nyata kegiatannya. Dan hasilnya juga dirasakan warga setempat. Bentuk apresiasi yang diberikan adalah dengan dikukuhkannya Kelompok Wanita Tani atau KWT maupun Paguyuban,” ujarnya.

Lilik Ratnawati menambahkan, pada tahun 2023 ini, eksistensi dan keberadaan Kebun Ketahanan Pangan masih disiapkan Bantuan Keuangan Desa tahun 2023 agar kegiatannya bisa berlanjut dan lestari.

Demikian juga untuk yang membentuk Paguyuban Baru dan terus semangat dalam melestarikan Kebun Ketahanan Pangan akan diberikan Bantuan Keuangan Desa tahun 2023.

“Sebagai Kepala Desa Plawikan, dalam hal Pemberdayaan Masyarakat, maka Pemerintah Desa mengapresiasi atas semangat dan karya Paguyuban Seger Sehat Migunani RT 1 RW 8 Desa Plawikan. Bantuan Keuangan Desa juga akan diberikan kepada beberapa KWT atau Paguyuban yang masih eksis guna melestarikan kegiatan mereka yang berbasis Pemberdayaan Masyarakat dalam mendukung Ketahanan Pangan,” ungkapnya.

Karena itu, pada hari Rabu Legi, 19 Juli  2023 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1445 H dan juga 1 Syuro, Pemerintah Desa Plawikan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Paguyuban Seger Sehat Migunani RT 1 RW 8 Desa Plawikan, serta memberikan bantuan keuangan Rp5 juta untuk keberlanjutan kegiatan ketahanan pangan.

“Paguyuban  tersebut telah bersungguh-sungguh dan melestarikan Ketahanan Pangan sejak tahun 2022. Karena itu, pada tahun 2023 ini, Pemerintah Desa Plawikan masih memberikan Bantuan Keuangan Desa Tahun 2023,” tandasnya.

Menurut Lilik, Program Ketahanan Pangan Desa Plawikan yang dimulai sejak awal tahun 2022 setidaknya memberikan warna dan strategi yang berbeda di Kabupaten Klaten, khususnya Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat.

“Karena Peraturan Presiden Nomor 104/2022 mengamanatkan bahwa 20 persen Dana Desa wajib untuk membangun Ketahanan Pangan dan Peternakan. Dan hingga tahun 2023 ini, Pemerintah Desa Plawikan berupaya keras untuk membumikan serta mencari ide baru bagi warganya mengenai apa itu Ketahanan Pangan,” paparnya.

Lilik menandaskan, pada dasarnya Program Pemerintah Desa Plawikan untuk Ketahanan Pangan bukan untuk Kepala Desa dan bukan untuk Pemerintah Desa. Tetapi untuk warga masyarakat Desa Plawikan.

“Sehingga untuk kelestarian dan  manfaat yang sudah dirasakan warganya, maka Pemerintah Desa Plawikan mengharuskan untuk  membentuk dan melestarikan Kelompok Wanita Tani atau Paguyuban yang mereka kehendaki,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2022 yang lalu, keringat dan dedikasi atau kiprah masyarakat Desa Plawikan dalam Ketahanan Pangan telah menarik minat Perguruan Tinggi STPMD-APMD Yogyakarta. Sebanyak 50 mahasiswa S2 atau Pascasarjana pada awal bulan Oktober 2022 lalu melakukan study lapangan khususnya dalam hal Pemberdayaan Masyarakat, dan tidak terkecuali Ketahanan Pangan.

“Sandang bisa dinomerduakan, tetapi pangan harus dinomorsatukan,” ucap Lilik Ratnawati.

Pos terkait