WartaKita.org – Sejumlah 22 warga Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten yang terkena dampak pembangunan jalan tol Jogja – Solo berangkat ibadah umrah pada Rabu (19/4/2023).
Sebenarnya, jamaah umrah yang diberangkatkan oleh Sekolah Haji Umroh (SHU) Baitulloh ini ada 45 orang. Sebanyak 39 jamaah berangkat dari Balai Desa Joton menggunakan armada bus. Sedang sisanya langsung bertemu di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Jamaah umrah berangkat menuju Bandara YIA pada pukul 12.30 dengan dipimpin oleh Kepala Sekolah Haji Umroh Cabang Klaten, Tata Sutarya. Rombongan jamaah dilepas oleh Kepala Desa Joton Aris Gunawan dan Kepala Seksi Urusan Umrah dan Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten.
Kepala Sekolah Haji Umrah Cabang Klaten, Tata Sutarya mengatakan, umrah adalah ibadah yang memiliki keutamaan dan kebaikan serta mendatangkan pahala. Karena itu, pihaknya akan mendampingi rombongan jamaah umrah ini selama 12 hari.
“Ini merupakan peristiwa pertama, dimana jamaah umrah dilepas oleh Kepala Desa dan Kepala Seksi Urusan Umrah dan Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten. Semoga ibadahnya berjalan lancar. Dan semoga ibadah umrah ini membawa keberkahan bagi semuanya,” katanya.
Sedang Kepala Desa Joton, Aris Gunawan mengucapkan selamat kepada jamaah umrah, terutama yang berasal dari Desa Joton.
“Mudah-mudahan dalam perjalanan diberikan kesehatan, dimudahkan dalam menjalani rangkaian umrah. Semoga panjenengan menjadi tamu yang baik di baitullah,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Seksi Urusan Umrah dan Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten berpesan kepada para jamaah umrah untuk bisa menjaga image yang baik.
“Di Arab Saudi, jamaah dari Indonesia itu terkenal ramah, baik, dan sopan. Maka kami mendoakan semoga panjenengan dapat meraih umrah yang mabrur dan makbul,” doanya.
Pemberangkatan jamaah umrah yang mengusung tagline “Umrah Bedhol Klaten” ini diambil karena sebagian besar jamaah berasal dari satu Kabupaten Klaten, dengan jamaah terbanyak dari Desa Joton. Ini juga menjadi spirit dan ajakan kepada warga Klaten bahwa umrah bersama rombongan tetangga itu akan memberikan dampak positif dan keberkahan bagi kampung halaman di Klaten karena doa-doa dan keberkahan selama di Tanah Suci.
Terkait, Suwardi, salah satu sesepuh rombongan umrah dari Desa Joton berterima kasih atas bimbingan Tata Sutarya yang telah mengajari mereka dari sebelumnya tidak ada niat umrah sama sekali, tetapi kini sudah siap untuk berangkat umrah.
“Jamaah yang berangkat umrah ini adalah warga yang telah mendapat uang ganti rugi (UGR) jalan tol. Ini sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT. Setelah pemberangkatan umrah ini saya yakin, tetangga lain akan menyusul. Dan semoga akan disusul oleh jamaah umrah lainnya di Klaten dan sekitarnya,” ucapnya.









