Tekan Inflasi Dan Bantu Masyarakat, TPID Klaten Dan Bulog Adakan Pasar Murah Di 26 Desa

Kegiatan pasar murah bahan pangan di Desa Candirejo, Rabu (8/3/2023).

WartaKita.org – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Bulog Cabang Surakarta mengadakan pasar murah bahan pangan di 26 Desa di 26 Kecamatan di Klaten mulai Selasa (7/3/2023).

Pasar murah bertujuan untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat dalam membeli bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya saat pasar murah di Gedung Serbaguna Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Rabu (8/3/2023) pagi, menyampaikan, pasar murah ini merupakan program kerjasama TPID Kabupaten Klaten dengan Bulog. Pasar murah diadakan di 26 desa di 26 kecamatan.

“Pasar murah ini diadakan di desa yang miskin ekstrim, dan di desa yang tidak miskin ekstrim. Karena desa miskin ekstrim di Kabupaten Klaten ini ada 80 desa di 22 kecamatan. Meski begitu, pasar murah ini diprioritaskan di desa yang miskin ekstrim,” katanya.

Yoga Hardaya menyatakan, di pasar murah ini, Bulog menjual paket bahan pangan yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Sedang harga tebusnya Rp70 ribu. Ini tentunya lebih murah bila dibandingkan dengan harga pasaran.

“Pasar murah diadakan di 26 desa di 26 kecamatan. Untuk tahap pertama, disediakan 300 paket untuk satu desa. Beras yang dijual kualitasnya premium, namun harganya medium. Berasnya bagus. Untuk kupon diserahkan kepada Pemerintah Desa, lalu Pemdes menyerahkan kupon tersebut ke Ketua RT, Ketua RW untuk memandang warganya yang kurang mampu,” ujarnya.

Sedang Pemimpin Bulog Cabang Surakarta, Andy Nugroho mengatakan, operasi pasar atau pasar murah ini dimulai Selasa (7/3/2023) lalu dan langsung ke warga.

“Harapannya, pasar murah ini bisa menekan inflasi dan tentunya dapat membantu masyarakat dalam membeli bahan pangan seperti beras, minyak goreng dan gula pasar ini dengan harga yang terjangkau. Jadi masyarakat tidak perlu ke pasar atau ke pedagang yang sekarang memang harganya relatif lebih tinggi,” ungkapnya.

Pemimpin Bulog Cabang Surakarta, Andy Nugroho saat diwawancarai wartawan di pasar murah bahan pangan di Desa Candirejo, Rabu (8/3/2023).

Andy Nugroho menerangkan, pasar murah dengan harga sejumlah itu sudah sangat membantu masyarakat. Apalagi harga beras di pasaran sekarang sudah menyentuh Rp11.000 per kg. Sedang di pasar murah ini harga beras per kg-nya hanya Rp8.500 per kg. Beras yang dijual kualitas premium, sedang harganya murah atau setara medium.

“Ada 300 paket yang disiapkan pada pasar murah di setiap desa ini. Kita akan ratakan di semua kecamatan. Apabila nanti dari TPID Kabupaten Klaten masih memerlukan, maka akan kita upayakan di periode berikutnya,” jelasnya.

Andy menjelaskan, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau pasar murah di Solo Raya sudah dilakukan sejak Januari lalu. Tetapi kalau (SPHP) yang langsung ke warga baru terlaksana Maret ini.

“Untuk stabilisasi (harga pangan), Bulog akan melakukan (SPHP) secara masif. Kita usahakan masyarakat bisa membeli langsung, atau mengakses langsung. Karena itu, kita lewat desa, kecamatan, dengan harga yang murah. Tujuan kita (lakukan SPHP) supaya harga stabil, dan inflasinya bisa dicegah. Jadi, selama harga masih bergejolak, kita akan lakukan (SPHP) ini terus,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Candirejo, Farah Dedi Setiawan menyambut baik gelaran pasar murah yang diadakan di desanya.

“Begitu ada pemberitahuan akan ada pasar murah, warga menyambutnya dengan sangat antusias. Karena harga beras di pasaran sudah mencapai Rp12.500 sampai 13.000 per kg. Sedang di sini hanya Rp8.500. Karena jumlah kuota atau kupon terbatas (300), makanya kita adakan rapat terbatas dengan Ketua RT dan Ketua RW. Pembagian kupon kita serahkan ke Ketua RT dan Ketua RW agar pembagian kuponnya lebih pas,” terangnya.

Farah Dedi Setiawan mengucapkan terima kasih kepada TPID Klaten dan Bulog yang telah mengadakan pasar murah di Desa Candirejo.

“Semoga kegiatan pasar murah ini bisa sedikit membantu warga kami yang rada (agak) kesulitan,” ucapnya.

Pos terkait