Kapolres Klaten Makan Bareng Di Angkringan, Jalin Keakraban Sekaligus Dengarkan Keluhan Masyarakat

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mendatangi warung angkringan “Mas Bro” di Jalan Merapi Kelurahan Gayamprit, Rabu (30/11/2022).

WartaKita.org – Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mendatangi warung angkringan “Mas Bro” di Jalan Merapi Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten yang diberitakan beberapa kali dibobol pencuri, Rabu (30/11/2022).

Kapolres yang datang bersama sejumlah perwira Polres ini bertemu langsung dengan pemilik warung yang bernama Harno dan memesan beberapa makanan serta minuman.

Bacaan Lainnya

Sempat berbincang hangat, Kapolres kemudian menanyakan perihal peristiwa pencurian yang dialami Harno alias Mas Bro. Kapolres kemudian meminta Mas Bro untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Besok kalau ada yang hilang lapor saja. Harus ngomong. Karena nanti kalau dibiarkan itu akan berlanjut,” kata Kapolres.

Tak cukup sampai di situ, Kapolres kemudian memberikan sejumlah uang kepada Mas Bro sebagai pengganti kerugian dalam peristiwa pencurian tersebut. Harno mengaku mengalami kerugian sebesar Rp200 ribu.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kapolres akan meningkatkan upaya preventif. Kapolres meminta jajarannya untuk semakin menggiatkan patroli di titik-titik rawan, termasuk wilayah Gayamprit.

Sementara itu Harno menjelaskan, warungnya dibobol pencuri pada Senin (28/11/2022) pagi. Ia mengaku, bukan pertama kali menjadi korban pencurian. Sejak beberapa tahun terakhir, setidaknya sudah empat kali aksi pencurian menimpa warungnya. Meski demikian, ia enggan melaporkan aksi pencurian itu ke polisi, sebab kerugian yang ditimbulkan tidak banyak.

“Tapi ya kerugiannya nggak seberapa. Jadi saya memilih untuk tidak melaporkan ke polisi. Semoga itu menjadi amal saya saja,” ujarnya.

Peristiwa pencurian yang terakhir ia ketahui saat akan mulai berjualan. Ia kaget melihat etalase kaca untuk memajang dagangan sudah pecah. Saat memeriksa etalase kaca yang pecah tersebut beberapa barang di dalamnya seperti soda, nota kosong dan charger ponsel sudah hilang.

“Uang nggak ada yang hilang. Yang diambil cuma soda, nota kosong sama charger. Nggak tau nota kosong itu buat apa. Kerugian ya sekitar Rp200 ribu,” jelasnya.

Pos terkait