Peringati HPS, Umat Paroki Wedi Diajak Merawat Solidaritas Pangan, Semakin Peduli Dan Murah Hati

Umat Paroki Wedi mengalap berkah gunungan hasil bumi yang berisikan berbagai sayuran, buah, dan aneka bahan pangan lainnya, Minggu (16/10/2022).

WartaKita.org – Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menggelar Perayaan Ekaristi peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2022 di Taman Doa Gua Maria (TDGM) Giriwening di Pedukuhan Sengkonkerep, Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, Minggu (16/10/2022).

Peringatan Hari Pangan Sedunia di Paroki Wedi ini mengusung tema “Solidaritas pangan, semakin peduli dan murah hati”.

Bacaan Lainnya

Perayaan Ekaristi konselebran ini dipersembahkan oleh Pastor Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr, Vikaris Paroki Wedi Rama Heribertus Warnoto Natawardaya, Pr, dan Pastor Paroki Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun Rama Robertus Hardiyanto, Pr.

Ekaristi diiringi koor dan karawitan dari Paroki Santo Ignatius Ketandan.

Pastor Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr dalam homili menyampaikan, peringatan HPS menyadarkan umat akan kebaikan Tuhan. Karena itu, umat diajak untuk semakin peduli dan murah hati.

“Kita diberi Tuhan rejeki setiap hari. Maka, kita harus berbagi, memberi perhatian kepada sesama yang membutuhkan. Kita juga harus bermurah hati. Kita perlu menyediakan makanan yang baik dan sehat,” kata rama.

Suasana Perayaan Ekaristi peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2022 di Taman Doa Gua Maria (TDGM) Giriwening, Minggu (16/10/2022).

Rama AG Luhur Prihadi menyatakan, umat Katolik biasa berdoa Bapa Kami. Dalam Doa Bapa Kami, umat meminta kepada Tuhan agar diberi rejeki pada hari ini.

“Kita diajak untuk terus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Meski begitu, umat juga harus tetap bekerja untuk mendapatkan sesuatu. Bukan menjadi “majenun”, atau orang yang selalu berdoa, tetapi tidak mau bekerja,” ujar rama.

Rama Luhur mengatakan, tema peringatan HPS Paroki Wedi tahun ini adalah “Solidaritas pangan, semakin peduli dan murah hati”.

“Karenanya, pada kesempatan ini sudah disiapkan 5 gunungan hasil bumi (persembahan dari 5 wilayah di Paroki Wedi). Gunungan adalah lambang kemurahan hati. Karena di situ ada kerelaan hati untuk memberi, mengumpulkan, dan berbagi. Umat telah memberi dari kerendahan hati. Selanjutnya, umat berbagi kasih dan memberi dengan murah hati. Ini adalah perwujudan belas kasih yang tanpa pamrih,” terang rama.

Pada kesempatan itu, Rama Luhur juga berpesan kepada umat untuk mengusahakan pangan yang baik dan sehat.

“Orangtua harus memberikan makanan yang baik dan sehat untuk anak-anaknya. Agar hidup kita jadi awet. Dan bagi produsen makanan, upayakan untuk yang memproduksi makanan yang baik dan sehat,” pesan rama.

Umat mengarak gunungan hasil bumi pada Perayaan Ekaristi peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2022 di Taman Doa Gua Maria (TDGM) Giriwening, Minggu (16/10/2022).

Misa peringatan Hari Pangan Sedunia ini diawali dengan perarakan lima gunungan hasil bumi yang dipersembahkan oleh lima wilayah di Paroki Wedi. Kemudian, gunungan diletakkan di seputar altar. Saat persembahan, gunungan diberkati rama. Selanjutnya, gunungan dibawa umat ke tempat yang telah disediakan. Setelah berkat penutup, umat dipersilahkan untuk mengalap berkah gunungan hasil bumi tersebut.

Umat nampak senang dan antusias “berebut” berbagai sayuran, buah, dan aneka bahan pangan lainnya.

Selesai Ekaristi, diadakan pesta umat. Umat menikmati berbagai menu, seperti nasi kucing, nasi kuning, nasi uduk, dan lainnya persembahan dari wilayah.

Peringatan Hari Pangan Sedunia yang digelar di Taman Doa Gua Maria Giriwening ini mendapat tanggapan yang baik dari umat.

“Saya senang bisa mengikuti peringatan Hari Pangan Sedunia di Giriwening ini. Ini menjadi pengalaman yang mengesan bagi saya. Karena baru pertama kali ini saya datang ke Giriwening. Tempatnya lumayan bagus, suasananya hening, seperti namanya. Sangat mendukung untuk berdoa atau berdevosi,” ucap Veronica Mariyanti.

Pos terkait