WartaKita.org – Hari Jumat (7/10/2022), berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Klaten kedatangan seorang wanita dermawan.
Menurut pengakuannya, ia tinggal Dukuh Babad, Desa Puluhan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.
Kedatangan perempuan ini untuk menanyakan berapa jumlah staff yang ada di Kantor BAZNAS Klaten tersebut.
Staf Amil di Kantor BAZNAS Klaten itu pun secara jujur menjawab: ada 11 orang.
Setelah mendengar jawaban tersebut, si wanita tua itu lalu ke luar. Tidak berselang lama, orangtua itu masuk kembali ke kantor BAZNAS Klaten dengan membawa banyak makanan. Ada 11 porsi nasi pecel beserta kerupuk dan buahnya untuk para Amil BAZNAS Klaten.
Wanita tersebut lalu memberikan nasi pecel itu kepada staf yang ada di kantor BAZNAS Klaten.
Merasa ada sesuatu yang “istimewa”, Sekertaris BAZNAS Klaten, H Wahyudi Martono lalu menayakan maksud dari perempuan yang memberi makanan kepada staff kantor BAZNAS Klaten itu.
Sambil tertawa renyah, perempuan itu mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah dengan memberikan makanan minuman kepada sesama ini sudah ia lakukan selama bertahun-tahun.
Perempuan itu pun mengaku bernama Hj Yatinah. Umur 74 tahun, punya 2 anak, dan sudah mandiri. Ia mengaku sudah khatam Alquran 26 kali, ibadah haji 1 kali, umroh 6 kali, dan naik pesawat 11 kali. Sampai sekarang, pekerjaannya adalah jualan pecel keliling. Dan kalau hari Jumat, ia biasa jualan di Masjid Raya Klaten.
Sekalipun sudah “sepuh”, namun ia tidak mau merepotkan anak cucu. Pergi kemana pun, ia selalu menggunakan sepeda motor. Baik saat pengajian maupun saat berjualan pecel.
Yatinah menyatakan, dengan sering bersedekah, sekalipun sudah berusia 74 tahun, tetapi ia tidak pernah masuk angin. Ia juga belum merasakan pegel linu.
Ia sangat ramah kepada siapa saja. Dengan iman yang kuat, ia tidak pernah merasa khawatir saat pergi kemanapun. Karena ia yakin dilindungi oleh Allah SWT.
Sampai sekarang, ia masih setia mengikuti pengajian tarjih. Kemana-mana, ia naik sepeda motor sendiri.
Yatinah pernah menjadi tenaga kerja di Arab Saudi. Majikannya di sana juga sudah menganggap Yatinah sebagai sedulur.
“Kalau (mantan) majikan saya kangen, saya lalu dikirimi uang untuk datang ke sana naik pesawat. Saya naik pesawat ke Arab Saudi sudah 11 kali,” ucapnya.









