Peringati Hari Sumpah Pemuda, Warga Garuman Ingin “Nandur Rukun Sugih Sedulur”

Penampilan tari anak "Bujang Ganong" menghibur warga Garuman dan sekitarnya.

WartaKita.org – Pemuda Dukuh Garuman, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten menggelar pentas seni dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diadakan di Balai Kampung setempat pada  Sabtu (3/11/2018) malam.

Ketua panitia pentas seni, Yusuf Yanu Sulistyo Widyatmoko menyampaikan, pentas seni ini bertujuan untuk pertama, mengaktualisasikan potensi warga Garuman melalui kegiatan karya dan seni. Kedua,  mempererat silaturahim antar warga sehingga semakin guyub dan rukun. Dan ketiga, sebagai sarana hiburan yang menyegarkan.

Bacaan Lainnya

“Acara pentas seni ini diisi dengan sejumlah penampilan yang dibawakan oleh warga Garuman dan sekitarnya. Maka dengan pentas seni ini diharapkan dapat memperluas dan meningkatkan srawung persaudaraan antar warga,” katanya.

Sedang Kepala Desa Kalitengah Hariyadi dalam sambutan mengapresiasi positif gelaran pentas seni dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Kalitengah, saya menyambut baik diadakannya pentas seni ini. Semoga dengan peringatan Hari Sumpah pemuda ini, warga Garuman semakin bersatu, guyub dan rukun. Dan semoga, berbagai kesenian yang ada di Dukuh Garuman dapat terus hidup, lestari dan berkembang,” harapnya.

Rangkaian acara pentas seni ini diawali dengan doa pembuka dan beberapa sambutan. Kemudian, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, serta paduan suara dari Pemuda Garuman yang menyanyikan lagu Bangun Pemuda Pemudi dan Indonesia Jaya.

Selanjutnya, persembahan tari anak (Bujang Ganong, Guyub Rukun, dan Goyang 2 Jari), dance ibu (Paijo), drama Ande-Ande Lumutan, Band (bapak) “Rindu Order, dan Band (pemuda) “Auguste Comte”.

Untuk semakin memeriahkan acara, maka panitia mengundang bintang tamu Band “Srikandi” Dukuh yang membawakan lagu-lagu Koes Plus-an, Sanggar Lare Mentes yang memainkan musik akustik, serta dagelan Ciblek Vertigo dan Fajar Cothet dari Jogjakarta.

Pada pentas seni ini, hadirin juga diajak menyanyikan jingle “Nandur Rukun”. Dalam jingle ini, warga diajak untuk menyatukan cinta dalam semangat toleransi. Warga diminta untuk bersatu, hidup rukun, saling bergandengan tangan, dan menghormati segala perbedaan. Walau berbeda, tetapi tetap bersaudara. jingle “Nandur Rukun”. .

Penampilan duet dagelan Ciblek Vertigo dan Fajar Cothet membuat pentas seni bertambah gayeng.

Pentas seni ini benar-benar menghibur warga. Ratusan warga, dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua tumplek blek di lapangan badminton menyaksikan para penampil.

Penampilan duet dagelan Ciblek Vertigo dan Fajar Cothet membuat suasana bertambah gayeng. Joke-joke yang mereka sampaikan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Karenanya, sebagian besar penonton pun bertahan sampai akhir acara.

Penampilan duet pembawa acara (MC) kondang, Bendot “Idola Remaja Masa Kini” dan Bagas “Meri” membuat acara pentas seni berlangsung hidup dan gayeng. Dalam pentas seni ini panitia menyediakan puluhan hadiah doorprize.

Pos terkait