WartaKita.org – Sebanyak 30 orang alumni Program Pertukaran Pemuda Antar Propinsi (PPAP) Jawa Tengah tahun 1997 mengadakan acara reuni atau temu kangen di Pemancingan Tirto Mili Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Minggu (6/3/2022).
Mereka adalah sebagian dari 45 pemuda dari Provinsi Jawa Tengah yang mengikuti program pertukaran pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan selama tiga bulan. Peserta reuni ini berasal dari Kabupaten Tegal, Purworejo, Pati, Boyolali, Semarang, Wonogiri, Sukoharjo, dan lainnya.
Salah satu inisiator acara temu kangen alumni PPAP Jawa Tengah tahun 1997, Sumarsono menjelaskan, reuni ini merupakan pertemuan perdana setelah 25 tahun tidak bertemu.
“Ya, kita senang, kita bangga. Alumni PPAP 1997 bisa ngumpul di sini. Kita temu kangen, bareng-bareng. Ini baru pertama kali setelah 25 tahun,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Pasung ini menyampaikan, pertemuan ini diinisiasi oleh AB Purwanto, mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (saat itu). AB Purwanto adalah Pembimbing Program PPAP Jawa Tengah ke Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1997.
“Tempat pertemuan dipilih di Pasung karena pertama, posisinya berada di tengah. Kedua, pencetus pertemuannya adalah AB Purwanto bersama saya. Dan ketiga, kita ingin mempromosikan Desa Pasung,” ujarnya.
Dalam temu kangen PPAP tahun 1997 di Desa Pasung ini, mereka menyepakati pembentukan kepengurusan dan program kerja.
Untuk kepengurusan alumni PPAP tahun 1997 terdiri dari Penasihat AB Purwanto (Pati), Ketua 1 Ida N (Klaten), Ketua 2 Mahmudin (Tegal), Sekretaris Dwi Febri (Purworejo), dan Bendahara Satari (Sukoharjo).
Pada kesempatan itu, mereka juga menyepakati pertama, temu kangen akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan tempat secara bergiliran. Kedua, iuran wajib per anggota per tahun adalah Rp100 ribu. Dan ketiga, diadakan kegiatan sosial.
Untuk pertemuan pertama akan diadakan di Tegal pada lebaran haji mendatang.
Acara temu kangen ini mendapat tanggapan yang baik dan para alumni PPAP 1997. Mereka mengaku senang dan bangga. Karena ada beberapa alumni PPAP yang bisa menggali potensi masyarakat, menjadi aktifis di bidang sosial, dan sebagainya.
Terkait PPAP ke Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1997, Sumarsono “Ambon” menceritakan, ia bersama tiga temannya dari Kabupaten Klaten menjadi wakil Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti pertukaran pemuda di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kemudian ke Kabupaten Tapin.
“Selama tiga bulan di Kalimantan Selatan, kita mengajarkan dan mempraktekkan ilmu atau ketrampilan yang kita miliki kepada masyarakat di sana. Selain menularkan ilmu, kita juga menimba ilmu, karena namanya pertukaran,” paparnya.









