Ikuti Ekaristi Rabu Abu, Siswa SD Santo Antonius 02 Banyumanik Semarang Diajak Berbela Rasa Dengan Orang Yang Menderita

Rama Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr menerimakan abu dengan cara mengoleskan abu pada dahi anak dengan menggunakan cotton bud di Gereja Katolik Santa Maria Fatima Banyumanik Semarang, Rabu (2/3/2022).

WartaKita.org – Sekitar 400 umat yang terdiri dari siswa, guru dan karyawan serta para orangtua dari murid SD Santo Antonius 02 Semarang mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Gereja Santa Maria Fatima Jalan Kanfer Raya Banyumanik, Semarang, Rabu (2/3/2022).

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rama Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr.

Bacaan Lainnya

Perayaan Ekaristi digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi hanya 50 persen dari kapasitas gedung gereja.

Pada masa normal, abu biasanya dioleskan di dahi dengan menggunakan jari tangan. Tetapi karena masih pandemi Covid-19, maka penerimaan abu dengan cara dioleskan pada dahi dengan menggunakan cotton bud (lidi kapas) untuk setiap orang satu buah atau sekali pakai.

Rama Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr dalam homili menyampaikan, yang diwajibkan puasa adalah umat yang telah berusia 18 sampai 60 tahun. Sedang umat yang tidak masuk dalam kelompok umur tersebut, boleh malakukan pantang atau puasa.

“Yang wajib berpantang adalah umat yang sudah berumur 14 tahun,” kata rama

Anak-anak SD Santo Antonius 02 mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Gereja Katolik Santa Maria Fatima Banyumanik Semarang, Rabu (2/3/2022).

Pastor Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik Semarang ini menjelaskan, dalam ajaran Katolik, berpantang artinya tidak makan daging atau makanan lain yang disukai pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

“Pantang untuk anak-anak misalnya pantang bermain menggunakan handphone atau game online. Sedang berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Agung,” terang rama.

Rama Bertus juga mengajak anak-anak untuk berbela rasa dengan orang-orang yang menderita dengan cara berbagi.

Rama berharap, masa Pra Paskah menjadi momentum untuk membangun semangat pertobatan dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Mari kita membangun semangat pertobatan dan berbagi. Dan ini sesuai dengan Tema APP (Aksi Puasa Pembangunan) tahun 2022, yaitu Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan,” jelas rama.

Anak-anak mengikuti Perayaan Ekaristi dengan tertib, tenang dan bahagia di tengah kegiatan pembelajaran.

Pos terkait