Srawung Lintas Iman, SMK Leonardo Klaten Kunjungi Ponpes Sunan Kalijaga Dengkeng

Suasana kunjungan silaturahim Siswa SMK Leonardo Klaten ke Ponpes Sunan Kalijaga, Senin (1/10/2018) pagi.

WartaKita.org – SMK Leonardo Klaten melakukan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Kalijaga di Dukuh Karangasem, Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten pada Senin (1/10/2018) pagi.

Kunjungan yang diikuti oleh 251 siswa Kelas XII dan sejumlah guru pendamping ini bertajuk “Srawung lintas iman dalam sholawat bersama SMK Leonardo Klaten dan Ponpes Sunan Kalijaga”.

Bacaan Lainnya

Kunjungan silaturahim ini juga dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Kepala SMK Leonardo Klaten Bruder Johanes Bosco Purwanto FIC dalam pengatar mengatakan, kunjungan SMK Leonardo Klaten ke Ponpes Sunan Kalijaga ini untuk menjalin silaturahim diantara mereka. Selain itu, juga untuk memperingati HUT ke 41 SMK Leonardo Klaten.

“Kunjungan ini untuk menjalin rasa cinta, kasih sayang diantara kita. Meskipun diantara kita itu ada “beda”-nya, tetapi kita ini berasal dari satu keturunan yang sama. Kita ini diciptakan dari satu Tuhan,” katanya.

Sedang Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi Rama Emanuel Maria Supranowo Pr menyambut baik kegiatan Srawung Lintas Iman yang dilakukan SMK Leonardo Klaten ke Ponpes Sunan Kalijaga ini.

“Kegiatan Srawung Lintas Iman ini sangat baik dan perlu dilanjutkan. Meskipun kita ini berbeda agama dan keyakinan, tetapi kita harus menjaga 4 pilar, yaitu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” pesan rama.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Kyai Susilo Eko Pramono menyampaikan, Indonesia adalah negara yang paling indah dan paling damai. Ini karena Indonesia memiliki Pancasila sebagai Dasar Negara untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan jangan menjadi penghalang bagi kita. Anak-anakku sebagai pelajar, dan anak-anakku sebagai santri, kita sangat prihatin mendengar pelajar tawuran. Ini terjadi karena mereka kurang mengerti akan arti Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus menjadi orang yang beradab. Bukan menjadi orang yang biadab. Mari kita tunjukan, bahwa kita ini generasi Pancasila,” ajaknya.

Musik akustik SMK Leonardo Klaten memeriahkan suasana srawung lintas iman.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pentas musik dan menyanyi bersama. Siswa SMK Leonardo Klaten memainkan musik akustik. Sedangkan santri Ponpes Sunan Kalijaga memainkan musik hadrah. Mereka melantunkan lagu Pancasila, Tombo Ati, KasihNya Seperti Sungai, Lir Ilir, dan Sugih Tanpa Bandha.

Setelah makan bersama, dilanjutkan Sholat Gaib untuk mendoakan korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah). Siswa juga diajak melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar pondok dan saluran irigasi pertanian. Selain itu, sekolah juga memberikan sekadar tali asih kepada Ponpes Sunan Kalijaga.

Pos terkait