WartaKita.org – Pasca gempa bumi, setidaknya ada 4.600 bayi dan balita di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang perlu mendapatkan perhatian dalam hal pemenuhan gizi. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mengirimkan Tim Tanggap Bencana Lombok Pemberian Makan Bayi dan Anak (TABEL PMBA) ke lokasi gempa bumi Lombok. Tim TABEL PMBA ini diketuai oleh dr Muhammad Husen Prabowo.
Tim TABEL PMBA Klaten diberangkatkan ke Lombok pada Kamis (16/8/2018) sore. Tim gelombang kedua ini akan melanjutkan program pendampingan kebutuhan gizi pada balita dan ibu hamil di daerah Lombok.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo mengatakan, Tim TABEL PMBA yang diberangkatkan ini berjumlah 7 orang. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
Cahyono Widodo menyatakan, berdasarkan evaluasi dari tim yang diberangkatkan sebelumnya, hal yang sering menjadi permasalahan besar pada situasai bencana adalah korban anak-anak dan ibu hamil. Sebab, bantuan susu formula yang diterima biasanya akan “mengganggu” proses pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif.
”Ini yang sering tidak diperhatikan. Karena itu, Klaten yang telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang ASI eksklusif, dan mempunyai banyak konselor ASI serta ahli gizi, bergerak membantu penanganan gizi korban bencana gempa bumi Lombok. Nantinya, tim akan fokus pada Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA),” katanya.
Sedang Ketua Tim TABEL PMBA Pemkab Klaten dr Muhammad Husen Prabowo menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi laporan tim gelombang pertama, disepakati bahwa PMBA ini tidak berhenti sampai di sini. Hal ini mengingat bahwa untuk keberlangsungan program harus ada pengawasan.
“Kita selalu berkoordinasi dengan Tim posko tanggap bencana di Lombok. Kita juga dibantu untuk operasional di sana. Karena hingga saat ini, masih ada sekitar 4.600 bayi dan balita yang perlu mendapatkan perhatian terkait masalah pemenuhan gizinya,” jelasnya.





