WartaKita.org – Warga Desa Wonosegoro, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali dan sekitarnya tumplek blek menyaksikan Kirab Budaya dalam rangka tradisi “Bersih Desa” yang berlansung di sepanjang jalan raya Wonosegoro- Juwangi dan di balai desa setempat, Jumat (27/7/2018) siang.
Tradisi Bersih Desa yang diadakan warga Kadus 3 Wonosegoro ini berlangsung selama dua hari, dari Kamis hingga Jumat (26-27/7/2018). Berbagai seni budaya ditampilkan dalam acara Bersih Desa ini, seperti pentas ketoprak, kirab budaya (mengelilingi wilayah Kadus), dan pertunjukan wayang kulit.
Kepala Desa Wonosegoro Sardi menjelaskan, tradisi Bersih Desa diadakan setiap usai panen musim tanam kedua atau gaduh. Di musim tanam gaduh ini, biasanya warga mendapatkan hasil panen yang terbesar, sehingga layak untuk disyukuri.
“Tradisi Bersih Desa di Wonosegoro ini sudah berlangsung lama. Sejak saya lahir (tradisi Bersih Desa ini) sudah ada. Puncak acara Bersih Desa biasayanya diadakan pada hari Jumat Pon. Sedang biayanya dari urunan masyarakat dan donatur perorangan,” katanya.
Kades Sardi menyampaikan, tradisi Bersih Desa ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi warga dan melestarikan budaya.
“Karena pada saat Bersih Desa ini, warga (asli Wonosegoro) pada pulang (ke kampung halaman) untuk menyaksikan Bersih Desa. Dan juga untuk nguri-uri (melestarikan) seni budaya yang ada di desa ini. Karena Desa Wonosegoro itu sangat kaya dengan potensi seni dan budaya,” ujarnya.
Ada yang menarik dalam acara Bersih Desa ini. Setiap tahun selalu diadakan pentas wayang kulit yang berlangsung dari Jumat siang (setelah Jumatan) sampai Sabtu pagi (subuh). Saat siang dengan lakon “wajib” Boyong Mbok Sri. Sedang malamnya dengan lakon yang berbeda-beda.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani (ESH) mengapresiasi Tradisi Bersih Desa di Wonosegoro ini.
“Sungguh, Tradisi Bersih Desa (di Wonosegro) ini luar biasa, dan pantas diapresiasi. Bersih Desa ini harus terus diadakan biar tradisi yang baik itu tidak hilang,” ucapnya.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta ini menambahkan, dalam Kirab Budaya itu semua potensi yang dimiliki warga dikeluarkan dan ditampilkan.
“Ini yang harus didorong. Maka, Kirab Budaya ini harus dikemas secara baik, sehingga bisa menjadi agenda desa wisata,” harapnya.
Kirab budaya diikuti 15 kelompok (peserta) yang berasal dari warga di 5 RT, murid SD Negeri 1, MI, SMP Negeri 1, SMK Negeri 1, group reog, group drumblek, rebana, ketoprak, sanggar tari, dan sebagainya. Karena saking banyaknya peserta, maka setiap peserta diberi kesempatan untuk menampilkan kemampuannya selama dua menit di depan panggung kehormatan.
Suasana kirab budaya pada siang itu terasa sangat meriah. Warga tumpah ruah bergembira menyaksikan kirab budaya.









