Festival Jatilan Perlu Terobosan Agar Wisatawan Mau Berdatangan

Kelompok jatilan sedang menunjukkan kemampuannya.

WartaKita.org – Festival Jatilan tingkat Kabupaten Klaten digelar di Lapangan Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Selasa (24/7/2018). Sebanyak 39 kelompok jatilan dari 26 kecamatan dan 13 desa di Kecamatan Kemalang mengikuti Festival Jatilan ini.

Ketua panitia Festival Jatilan yang juga Camat Kemalang Kusdiyono mengatakan, Festival Jatilan ini bertujuan untuk melestarikan atau menguri-uri seni tradisional jatilan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Kabupaten Klaten. Dipilihnya Kecamatan Kemalang sebagai ajang festival karena kelompoyang jatilan paling banyak berada di wilayah ini. Sehingga diharapkan, dengan adanya festival ini para generasi penerus bisa ikut melestarikannya.

Bacaan Lainnya

“Dari 39 kelompok jatilan yang mengikuti festival, 26 kelompok berasal dari perwakilan kecamatan. Sedangkan 13 kelompok lainnya merupakan perwakilan dari seluruh desa di Kecamatan Kemalang. Ini artinya, kepedulian masyarakat untuk melestarikan seni tradisional jatilan masih tinggi,” katanya.

Kusdiyono menjelaskan, setiap kelompok terdiri dari 10- 20 orang. Mereka diberi kesempatan untuk menampilkan atraksinya selama 10 menit. Sedang kriteria penilaian berupa keserasian kostum, kekompakan gerakan, dan ketepatan waktu.

“Peserta yang mengikuti festival jatilan ini tidak dipungut biaya. Malah, panitia menyediakan hadiah untuk para pemenang,” ujarnya.

Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani menyambut baik diadakannya Festival Jatilan ini. Meski begitu, Bupati berpesan kepada panitia dan peserta untuk membuat terobosan baru agar Festival Jatilan ini semakin menarik wisatawan.

“Panitia dan peserta perlu lebih kreatif dan inovatif. Perlu membuat terobosan baru agar dapat menarik wisatawan untuk datang menyaksikan Festival Jatilan ini,” pesannya.

Festival Jatilan diadakan di lapangan pinggir jalan Desa Keputran menuju kawasan wisata Deles Indah. Puluhan peserta berjajar di pinggir jalan dengan mengenakan aneka busana adat beserta alat musik tradisional yang mengiringinya. Mereka yang berkesempatan tampil dipersilahkan berparade sejenak dan baru berhenti di pelataran untuk unjuk kebolehan.

Gerakan penari yang diiringi musik tradisional disambut meriah para penonton. Tidak hanya itu, para penonton juga diajak hanyut untuk mengikuti alur cerita dari seni jatilan yang dipertunjukkan. Jadi, bukan hanya atraksi saja, namun juga ada alur ceritanya.

Pos terkait