WartaKita.org – Jalan Malioboro adalah salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan dari luar daerah maupun masyarakat asli Yogyakarta.
Malioboro merupakan ikon dari Kota Jogja, sehingga tidak sedikit wisatawan yang datang ke sana untuk membeli beragam oleh-oleh menarik.
Pada Minggu (11/10/2020) pagi, kawasan Malioboro sudah terlihat normal pasca unjuk rasa penolakan Omnibus Law yang sempat terjadi kericuhan itu. Sejumlah warga dan pengunjung mulai mendatangi pusat Kota Jogja itu.
Terlihat juga para pedagang makanan sudah mulai membuka lapaknya dan menunggu pelanggan, baik dari pedagang kecil sampai pedagang besar. Kusir Andong pun nampak menunggu penumpangnya di tepi Jalan Malioboro.
Usai demo Omnibus Law yang sempat ricuh itu, sejumlah spanduk penolakan terhadap demo terpasang di Jalan Malioboro. Masyarakat menolak adanya demo dengan memasang spanduk bertuliskan “Masyarakat Yogyakarta Menolak Demo di Malioboro”.
“Saya iseng – iseng aja datang ke Malioboro. Saya kira keadaan di Malioboro masih belum pulih. Ternyata, kondisinya sudah bersih dan kembali seperti dulu lagi. Semoga ke depannya tidak ada yang merusak dan membuat kericuhan di sini lagi,” kata Ahmad, pengunjung Malioboro.









