66 Umat Paroki Sumber Menerima Sakramen Penguatan, Ekaristi Digelar Secara Sederhana Namun Berkesan

Bapa Uskup KAS dan Rama Paroki Sumber berfoto bersama sejumlah penerimaan Sakramen Penguatan di Gereja Santa Maria Lourdes Sumber, Kamis (23/9/2021).

WartaKita.org – Sebanyak 66 umat Paroki Santa Maria Lourdes Sumber, Kabupaten Magelang menerima Sakramen Penguatan dari tangan Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Dr Robertus Rubiyatmoko di gereja paroki setempat, Kamis (23/9/2021) sore.

Perayaan Ekaristi penerimaan Sakramen Penguatan ini dipimpin oleh Bapa Uskup KAS bersama Pastor Paroki Santa Maria Lourdes Sumber Rama Agustinus Sudarisman, Pr.

Bacaan Lainnya

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka perayaan Ekaristi sore itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ekaristi hanya diikuti oleh calon penerima Sakramen Penguatan, pendamping, dan salah satu orangtua dari calon penerima Sakramen Penguatan. Sedangkan untuk orang awam tidak diperbolehkan mengikuti Ekaristi tersebut untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Bapa Uskup KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam homili menyampaikan, melalui Sakramen Penguatan umat akan menerima Roh Kudus yang akan membimbing mereka hingga mati. Umat akan semakin bertumbuh dan menjadi semakin dewasa di dalam iman.

“Saya berharap, kalian dapat meneladani sikap hidup dari santo dan santa yang kalian pilih,” pesan Bapa Uskup.

Bapa Uskup KAS dan Rama Paroki Sumber berfoto bersama para petugas liturgi Ekaristi penerimaan Sakramen Penguatan di Gereja Santa Maria Lourdes Sumber, Kamis (23/9/2021).

Sekadar informasi, penerimaan Sakramen Penguatan ini seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka penerimaan Sakramen Penguatan ini ditunda. Ini karena gereja juga tidak diperbolehkan untuk mengadakan perayaan Ekaristi mingguan secara langsung.

Namun karena sekarang keadaan sudah mulai membaik, maka Gereja Santa Maria Lourdes Sumber telah melaksanakan perayaan Ekaristi secara langsung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Biasanya, Ekaristi penerimaan Sakramen Penguatan dilakukan secara meriah. Terkadang malah menggunakan gamelan untuk memeriahkan Ekaristi tersebut dan diadakan perarakan sebelum masuk ke gereja.

Namun Ekaristi penerimaan Sakramen Penguatan ini hanya dilakukan secara sederhana tanpa ada perarakan. Altarpun dihias dengan bunga yang sederhana namun tetap terlihat indah. Meski demikian, Ekaristi kali ini berjalan dengan khusyuk dan penuh kegembiraan. Terlebih bagi para penerima Sakramen Penguatan.

 

Pos terkait