2023: Merangkul Ketidakpastian, Menggenggam Optimisme  

Warga bergembira saat berekreasi di Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo. Mereka tetap optimis menyambut tahun 2023 ini.

TAHUN 2022 sudah akan berakhir sesaat lagi. Berbagai peristiwa dan pembelajaran telah kita lewati bersama. Kini saatnya kita memasuki lembaran baru di tahun yang baru 2023.

Berbagai pakar dalam bidangnya telah banyak meramalkan kondisi 2023. Termasuk adalah pakar ekonomi yang sebagian besar sepakat bahwa tahun 2023 adalah tahun yang penuh dengan ketidakpastian.

Bacaan Lainnya

Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka KTT G20 tanggal 15 November 2022 juga mengingatkan tentang kemungkinan tahun 2023 menjadi tahun yang suram ditandai dengan anjloknya pertumbuhan perekonomian dan inflasi dunia. Bahkan diramal akan menghadapi berbagai tantangan seiring dengan kondisi geopolitik yang berimbas pada kenaikan laju inflasi.

Merangkul Ketidakpastian

Salah satu langkah yang dapat ditempuh dalam menghadapi situasi ketidakpastian adalah dengan menerimanya dan menyadari sepenuhnya bahwa kondisi ini memang tengah terjadi, alih-alih lari dari masalah, justru sebaliknya kita harus menghadapinya.

Langkah yang dapat ditempuh yaitu dengan sedapat mungkin sektor usaha baik dalam skala apapun menyiapkan dana darurat. Mulai berkomitmen untuk mengalokasikan beberapa dana darurat akan dapat membantu secara psikologis dalam menghadapi kondisi ketidakpastian. Dana darurat ini juga dapat diberlakukan tidak hanya untuk sektor usaha tapi juga rumah tangga.

Investasi untuk tahun 2023 juga sebaiknya diperuntukkan pada imbal hasil yang low risk atau cenderung aman, mengingat pasar global yang masih tidak stabil. Maka sebaiknya memilih investasi yang tidak berisiko tinggi. Terdapat banyak instrumen investasi yang masih dalam golongan tersebut. Kita harus bijak dalam mempelajari dan memilih instrumen investasi. Ini dalam upaya kita untuk menghadapi ketidakpastian

Selain dua langkah yang bersifat mengamankan finansial, yang tidak kalah penting adalah senantiasa memupuk sikap adaptif dan gesit dalam menghadapi perubahan. Membiasakan diri untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi serta gesit dan cepat tanggap dalam mengambil sikap dan menyusun strategi sangatlah penting di tengah situasi yang kurang menentu.

Tidak menghabiskan energi dengan mengeluh terhadap kondisi yang demikian cepat berubah. Justru sebaliknya, membiasakan diri untuk segera beradaptasi. Tidak hanya untuk bertahan, namun baik jika mampu menangkap peluang di tengah perubahan untuk mengupayakan keberlanjutan dalam segala aspek.

Menggenggam Optimisme

Optimisme Indonesia menghadapi 2023 dapat ditandai dengan momentum ketika Pemerintah secara resmi mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid 19. Pencabutan tersebut terjadi di penghujung tahun 2022 yaitu ketika Presiden Joko Widodo mengumumkannya melalui konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 30 Desember 2022.

Pencabutan PPKM dapat menjadi angin segar bagi kita semua bahwa kondisi tengah berangsur normal seperti sedia kala. Namun demikian tanggung jawab untuk menjaga diri sendiri, terutama terhadap ancaman virus Covid 19 sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat dan diri kita sendiri. Pemerintah tidak lagi banyak campur tangan dan intervensi lagi terhadap pandemi Covid 19.

Ketika kegiatan masyarakat tidak lagi dilakukan pembatasan, maka dapat disinyalir bahwa roda perekonomian akan bergeliat seperti sedia kala, sehingga harapannya 2023, meskipun penuh ketidakpastian setidaknya kegiatan tidak lagi dibatasi. Banyak kesempatan yang dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang sempat vakum selama dua tahun terakhir.

Optimisme menghadapi 2023 juga sejalan dengan hasil jajak pendapat yang telah dilakukan Kompas pada November lalu terhadap generasi milenial dan generasi Z. Berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, sekitar 92 persen tetap yakin kondisi 2023 akan lebih baik dari tahun 2022. Dinyatakan bahwa dunia bisnis di tahun 2023 akan lebih baik dan penghasilan kaum muda meningkat,

Negara-negara lain juga mempunyai optimisme yang sejalan dengan bangsa Indonesia berkaitan dengan pandemi Covid 19 yaitu dengan tidak lagi memberlakukan pembatasan kegiatan dan protokol Kesehatan.

Pandemi Covid 19 sungguh menjadi guru yang luar biasa bagi kita semua. Kini saatnya kita menjadikan kondisi pandemi sebagai pembelajaran dengan terus bersikap optimis pada 2023.

Akhir kata mengutip pernyataan dari Dag Hammarskjold “For all that has been, Thanks. To all that shall be, Yes.”

Selamat datang 2023!!

Januari Ayu Fridayani

Dosen Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Pos terkait