WartaKita.org – Pada malam hari, Alun-Alun Kidul Yogyakarta selalu ramai dikunjungi orang dengan berbagai aktivitasnya. Mereka datang untuk menikmati suasana. Orang yang datang ke tempat itu merupakan pengunjung lokal dan juga pengunjung dari luar daerah.
Tak hanya itu, banyak pula pedagang yang berjualan di area Alun-Alun Kidul ini. Mereka berjualan untuk mencari rejeki.
Salah satu pedagang yang berjualan di Alun-Alun Kidul tersebut adalah Wade Sulistyo (77). Ia berjualan terang bulan djadoel.
Terang bulan djadoel adalah sebuah kue yang mirip terang bulan, tetapi bentuknya berbeda. Lebih tipis dan ukurannya pun lebih kecil dari terang bulan pada umumnya. Terang bulan djadoel ini terbuat dari adonan tepung terigu dan telur mirip pancake. Tekstur terang bulan ini sangat empuk dan kenyal, walaupun disajikan saat dingin.
Walaupun usianya sudah senja, tetapi tidak menghilangkan semangat Sulistyo untuk berjualan. Ia kini tinggal di daerah Ngadisuryan, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.
Wade Sulistyo mengaku belum lama ia berjualan terang bulan djadoel. Ia mulai berjualan sejak tahun 2020, atau saat pandemi Covid-19 melanda.
Sulistyo mulai berjualan dari pukul 18.00 sore atau saat Maghrib. Ia biasa pulang pukul 22.00 WIB. Kalau dagangannya tidak habis, biasanya ia melanjutkan berjualan pada pukul 06.00 pagi.
Wade Sulistyo berkeliling di area Alun-Alun Kidul dengan mengayuh sepeda bersama gerobak berciri khas biru yang diboncengkan di belakang sedelnya. Meski usianya tak lagi muda, tetapi badannya masih terlihat kuat untuk mengayuh sepeda.
“Kita harus tetap bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, setiap hari saya berdoa, semoga dagangan saya selalu laris. Saya diberi kesehatan, kelancaran dan rejeki saat saya berjualan,” katanya.









