Unwidha Klaten Mewisuda 417 Lulusan, Alumni Diminta Beradaptasi Dengan Perkembangan Zaman

Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono

WartaKita.org – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mewisuda dan melepas sebanyak 417 lulusan pada Selasa (15/10/2019).

Ke 417 lulusan itu terdiri dari 35 orang Program Magister S-2, 365 orang Sarjana S-1, dan 17 orang Program Diploma-III.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, sejak berdirinya sampai dengan wisuda kali ini, Unwidha Klaten telah meluluskan 27.385 orang, yang terdiri dari 1.155 orang Magister Pendidikan, 642 orang Sarjana Muda, 22.883 orang Sarjana S-1, 429 orang Ahli Madya Diploma-III, dan 2.276 orang Program Akta Mengajar-IV.

Pada wisuda Angkatan ke 71 ini, ada tiga orang dari Program Magister, 62 orang dari Program Sarjana, dan lima orang Ahli Madya Diploma-III yang dinyatakan lulus dengan predikat pujian (Cumluade).

Sedang wisudawan yang lulus pada usia paling muda adalah Hela Putriyanti Pamungkasih A.Md.Kom dari Program Studi Manajemen Informatika dengan usia 19 tahun 11 bulan 15 hari. Sementara wisudawan yang lulus pada usia paling tua adalah Agus Martapa S.Pd dari Program Studi Pendidikan Matematika dengan usia 60 tahun 7 bulan 4 hari.

Ditemui sebelum prosesi wisuda, Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono menyampaikan, ada yang menarik pada wisuda kali ini. Unwidha Klaten berhasil mewisuda lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Manajemen Perpajakan untuk yang pertama kali.

Rektor Prof Triyono berharap, para lulusan Unwidha Klaten memiliki karakter yang begitu kuat. Ini sesuai dengan visi dan misi Unwidha Klaten tahun 2025, yaitu menjadi universitas yang berkarakter untuk kesejahteraan bangsa berlandaskan multikultur.

“Saya berharap, lulusan kita ini tidak hanya sekadar memahami bekal pengetahuan (knowledge) saja. Tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap. Mereka mempunyai sikap religius sebagai insan yang beriman, bertaqwa, dan menjadi warga negara yang memiliki ideologi Pancasila. Mereka juga memiliki sikap sosial, yang mampu menjalin hubungan komunikasi secara luas, peduli, saling membantu, empati, toleran, jujur, dan lainnya,” pesannya.

Prof Triyono mengatakan, para lulusan ini rata-rata berusia masih muda, yaitu antara 20 sampai 25 tahun. Dan bila dihubungkan dengan Teori Generasi, mereka ini termasuk generasi Z, yang mempunyai ciri-ciri ketika lahir sudah ada komputer, robot, dan lainnya.

Mereka sudah mengenal teknologi informasi. Dan di era sekarang sudah masuk ke Revolusi Industri 4.0 yang semuanya ditandai dengan serba otomatisasi dan cyber. Sehingga tenaga kerja manusia semakin tergeser dan tergantikan dengan  alat-alat yang sifatnya otomatis.

“Maka saya saya berharap, mereka (para lulusan) mampu beradaptasi (dengan perkembangan zaman). Mereka tahu apa yang perlu disiapkan dan apa yang harus dilakukan,” harapnya.

Pos terkait