WartaKita.org – Rumpun Beriman Komisi Kateketik (Komkat), Komisi Liturgi (Komlit), Komisi Kitab Suci, dan Komisi Karya Misioner Kevikepan Surakarta mengadakan sosialisasi Katekese Kebangsaan di Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Sukoharjo, Minggu (20/5/2018).
Sosialisasi diikuti oleh Bidang Pewartaan, pemandu lingkungan, Tim Kerja Hubungan Antar Agama dan Keyakinan (HAK), dan pamong wilayah atau lingkungan dari paroki di Kevikepan Surakarta.
Tampil sebagai narasumber adalah Moderator Komkat Kevikepan Surakarta Rama Ernest Justin SJ dan Tim Komkat Keuskupan Agung Semarang (KAS) Thomas Aquino Purwono Nugroho Adhi.
Rama Ernest Justin SJ dalam paparan menyampaikan, sejak awal Gereja mengembangkan sikap “Gereja (yang) Bersaudara”. Gereja yang bersaudara ini telah diajarkan Yesus kepada pengikutnya untuk bersaudara dengan yang berbeda.
“Konsili Vatikan mempertegas dengan (sejumlah) dokumen yang dihasilkan. Gereja mengakui bahwa pluralitas adalah realita,” kata rama.
Rama Ernest Justin SJ menyatakan, Indonesia adalah negara pluralitas. Buktinya, dengan dilanggengkannya Bhineka Tunggal Ika.
“Namun sayangnya, akhir-akhir ini keragaman yang adalah pluralitas itu kemudian “dipolitisasi” oleh kelompok tertentu. Dan dampaknya, keragaman yang indah kemudian terpecah,” ujar rama.
Menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi belakangan ini, maka KAS ingin mengembangkan semangat inklusif sebagaimana ditegaskan dalam Rencana Induk KAS Tahun 2035 serta Arah Dasar KAS 2016-2020. KAS mengembangkan katekese kebangsaan. Dalam katekese kebangsaan ini, lingkungan diharapkan menjadi seminari inklusifitas Gereja.
“Lingkungan menjadi seminari berarti lingkungan menjadi tempat pembibitan, penanaman buah-buah yang mengembangkan semangat keterbukaan dan persaudaraan dengan masyarakat,” ucap rama.
Rama Ernest Justin SJ berpesan, segala hal yang dikembangkan melalui reksa pastoral, renungan, homili, katekese, pendalaman iman, dan kegiatan lainnya hendaknya membantu umat agar semakin terbuka dan bersaudara. Bukan ajaran Kristus, kalau Gereja semakin tertutup. Bukan ajaran Gereja, kalau umat mudah menghina yang berbeda. Bukan semangat kristisani, kalau umat mudah membenci.
“Sebaliknya, keterbukaan, persaudaraan, pengampunan, kesetiakawanan, dan segala yang termasuk dalam kebenaran dan kebaikan merupakan semangat yang terus dinanti dari umat kristiani karena menjadi inti hukum Ilahi,” terang rama.







