Syukuri Putusan MK, Hamenang-Benny Siapkan Pelantikan, Akan Lakukan Percepatan

Hamenang Wajar Ismoyo

WartaKita.org – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang dengan agenda putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Klaten Tahun 2024 yang dimohonkan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 02 W Herry Wibowo dan Wahyu Adhi Dermawan di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK pada Selasa (4/2/2025).

Sidang Pengucapan Ketetapan Nomor 22/PHPU.BUP-XXXIII/2025 ini dibacakan oleh Ketua MK Suhartoyo.

Bacaan Lainnya

Dalam persidangan yang dilaksanakan di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK ini, Suhartoyo mengungkapkan, berdasarkan Rapat Permusyawaratan Hakim pada 30 Januari 2025 lalu disimpulkan bahwa penarikan permohonan Pemohon adalah beralasan menurut hukum.

“Dan (para) Pemohon tidak dapat mengajukan permohonan serta memerintahkan kepada Panitera MK untuk mengembalikan salinan berkas permohonan kepada Pemohon,” kata Ketua MK Suhartoyo dalam sidang yang diikuti oleh Wakil Ketua MK Saldi Isra dan tujuh hakim konstitusi lainnya.

Putusan Mahkamah Konstitusi ini disambut baik dan disyukuri oleh Calon Bupati Klaten terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo.

Alhamdulillah, akhirnya setelah proses panjang, MK memutuskan untuk Kabupaten Klaten dismissal. Artinya, ajuan dari salah satu kontestan di Pilkada Klaten ditolak. Apalagi juga kemarin, secara administrasi (gugatan) tidak memenuhi syarat, dan kebetulan juga di tengah perjalanan (gugatan) sudah ditarik. Dan alhamdulillah, tadi sudah diputuskan oleh MK,” katanya saat ditemui di rumahnya, Puri Mojayan Asri Klaten pada Selasa (4/2/2025) pagi.

Hamenang menyampaikan, setelah terbit putusan MK ini, maka dirinya akan menunggu tahapan yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Klaten selanjutnya.

Nah, tinggal setelah ini, (kami) menunggu dari KPU Kabupaten Klaten untuk melakukan penetapan pasangan terpilih. Maka, sambil berproses, sebelum ke gubernur, nanti akan ada rapat paripurna,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Klaten itu pun mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu sehingga tahapan Pilkada ini dapat berjalan dengan lancar.

“Ya, kami mengapresiasi seluruh stakeholder yang ada. Mulai dari MK, teman-teman lawyer, dan nantinya KPU dan DPRD yang telah membantu kami, sehingga proses ini kemudian menjadi mudah dan lancar. Dan tentu saja ada hikmahnya. Kemarin ketika Mendagri terakhir konsultasi, pelantikan mundur tidak jadi tanggal 6 Februari. Dan alhamdulillah, itu rejeki bagi kami dari Kabupaten Klaten. Sehingga kemungkinan besar kita bisa ikut bareng-bareng untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, serta kepala daerah yang lain di seluruh Indonesia. Informasi terakhir, tidak jadi tanggal 6 Februari. Kemungkinan tanggal 18 sampai 20 Februari di Jakarta, bukan di IKN (Ibu Kota Nusantara). Mohon doanya, agar nanti semuanya lancar,” ungkapnya.

Hamenang mengatakan, sejumlah persiapan telah ia lakukan bersama Calon Wakil Bupati Klaten terpilih, Benny Indra Ardhianto menjelang pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Klaten.

“Kemarin jadi mempercepat fitting (ukur) baju. Awalnya Maret, jadi maju Februari. Ya, kami kemarin berkoordinasi dengan pihak penjahit bersama Mas Benny. Kemarin kita sudah fitting baju ke Solo. Alhamdulillah, kedodoran. Jadi (bajunya) harus diperbaiki terlebih dahulu. Agar nanti bisa lebih fix. Dan sekalian badannya harus dikuruskan sedikit agar bagus fotonya,” terangnya.

Mantan Mas Klaten itu mengungkapkan, pihaknya akan melakukan “percepatan” di berbagai kegiatan dan menggandeng banyak pihak untuk membangun dan menyelesaikan permasalahan yang ada di kabupaten ini usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Klaten.

“Kalau berbicara APBD kan sudah diketok palu oleh Ibu Bupati. Sehingga praktis kami akan menjalankan APBD yang ada. Namun, kami akan pertama, melakukan percepatan berbagai kegiatan yang sudah ditunggu oleh warga masyarakat termasuk infrastruktur. Kita juga akan masifkan untuk segera dilaksanakan. Di sisi lain, kami juga sedang membangun kerjasama dengan pihak-pihak ketiga, dengan investor, dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang ada di Kabupaten Klaten, dan yang belum bisa diselesaikan oleh APBD. Misalnya persampahan, dan lain sebagainya. Sehingga mohon doanya, agar ke depan, kami bisa langsung berlari, dalam rangka kemudian merangkul berbagai pihak untuk kemudian menyelesaikan permasalahan yang ada di Kabupaten Klaten.

Hamenang menambahkan, pihaknya akan menggandeng partai politik dan stakeholder yang lain dalam membangun Kabupaten Klaten kedepan.

“Kami terus berkomunikasi dan berdiskusi (dengan mereka). Karena sepeti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa APBN dan APBD akan ada pemangkasan-pemangkasan dan efisien-efisiensi. Nah, justru itu peran dari teman-teman (partai) koalisi, di tengah keterbatasan, bisa kita maksimalkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di wilayah sesuai urgenitasnya,” ucap Hamenang.

Pos terkait