WartaKita.org – Salah satu cara penting untuk penguatan toleransi adalah dengan silaturahmi kebangsaan.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB ) Provinsi Jawa Tengah KH Taslim Syahlan dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Jilid II yang diadakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Jawa Tengah di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (20/8/2022).
“Dengan silaturahmi kebangsaan akan mendorong adanya saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan, dan menumbuhkan kerja sama,” katanya.
Silaturahmi Kebangsaan Jilid II yang digelar DPW LDII Jateng ini mengambil tema “Pembudayaan Silaturahim untuk Membangun Persatuan dan Kesatuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.
Acara Silaturahmi Kebangsaan Jilid II ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan total peserta sebanyak 1.228 orang. Sedangkan peserta yang mengikuti secara daring tersebar di Kabupaten dan Kota di Jawa Teng.
Ketua DPW LDII Jateng, Prof Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, perkembangan teknologi yang semakin maju ini membuat terjadinya disrupsi.
“Yang mana perubahan banyak terjadi di sejumlah bidang. Mulai ekonomi, budaya, bahkan moralitas masyarakat,” ujarnya.
Di dalam konteks ini, lanjut Singgih, banyak negara maju mulai menyadari untuk mengatasi disrupsi saat ini diperlukan pembangunan masyarakat 5.0. Masyarakat 5.0 menjadikan teknologi tidak sebagai hal yang merusak rasa kemanusiaan. Akan tetapi, kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.
“Dalam masyarakat 5.0 meniscayakan, bahwa dalam hubungan masyarakat perlu adanya toleransi. Perlu menghargai untuk bisa hidup berdampingan dan damai,” tandasnya.
Hadir sebagai nara sumber antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (sebagai Keynote speaker), Prof Muhandjirin Thohir, Dr Musta’in Ahmad, KH Taslim Syahlan, Dr KH Ahmad Darodji, Erwin Arfian, Prof KH Ahmad Rofiq, dan Prof Singgih Tri Sulistiyono sebagai moderator.









