Warta Kita.org – Ada banyak cara bisa dilakukan warga untuk menyemarakkan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia (RI).
Seperti yang dilakukan warga RW 09 Dukuh Gudang, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
Warga di tiga RT tersebut kompak dan antusias menggelar rangkaian kegiatan yang bertajuk “Agustus Ceria”, seru, kreatif, dan penuh makna!
Ketua Panitia HUT ke 81 RI Dukuh Gudang, Sri Naryo menyampaikan, Agustus Ceria ini diisi dengan rangkaian berbagai kegiatan.
Untuk lomba anak-anak diadakan pada tanggal 6,7, dan 8 Agustus pukul 15.00 WIB. Pada tanggal 6 Agustus diadakan lomba memasukkan pensil dan memindahkan kardus. Sedang pada tanggal 7 Agustus diadakan lomba corong air dan color grading. Sementara pada tanggal 8 Agutus diadakan lomba makan kerupuk dan gebuk banyu.
“Lomba-lomba ini kita adakan untuk menyenangkan anak-anak. Dan ternyata ramai, meriah. Anak-anak senang dan bergembira,” katanya.
Selanjutnya, diadakan malam tirakatan yang digelar pada Minggu, 16 Agustus pukul 19.30 WIB. Upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Dan kirab budaya gunungan pada Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Acara ini diisi dengan jalan sehat, senam, dan pembagian doorprize. Sedang puncak acara Agustus Ceria ini berupa pentas seni yang akan diadakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Acara pentas seni ini akan diisi orgen tunggal dan pembagian hadiah lomba.

“Peringatan HUT RI di Dukuh Gudang ini selalu berlangsung meriah. Ini berkat dukungan dan partisipasi dari warga (lokal) dan juga sumbangan (donatur) dari warga Gudang yang tinggal di luar daerah. Sehingga hal ini sering membuat iri RW yang lain. (Dukuh) Gudang kok bisa begitu ya,” ujar Naryo.
Dari serangkaian kegiatan itu, ada hal menarik, yang sudah dilakukan warga selama lima tahun terakhir ini, yaitu upacara bendera peringatan HUT RI. Upacara bendera tersebut dilakukan warga Gudang pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Menariknya, petugas upacara bendera ini digilir ke masing-masing RT secara bergantian setiap tahun.
Lebih dari 150 warga dari RT 1, RT 2, serta RT 3 hadir dan mengikuti upacara bendera yang digelar di lapangan voli dukuh setempat. Dalam upacara ini, warga mengenakan seragam sekolah, lurik, batik, identitas RT dan sebagainya.
Ada yang berbeda dalam upacara bendera kali ini. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya, petugas upacara adalah para bapak, tetapi pada tahun 2026 ini, petugas upacaranya adalah para “srikandi” atau Ibu PKK. Dan agar mereka bisa bertugas dengan baik dan lancar, maka para petugas upacara ini telah berlatih sebanyak empat kali.
Upacara peringatan HUT RI di Dukuh Gudang ini dipimpin inspektur upacara yang juga Ketua RW 09, Heri Haryono.
Dalam amanat yang mengusung tema “Menyambut hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme” ini, Heri Haryono menyampaikan, setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan.
“Peringatan ini untuk meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Peringatan ini sekaligus mengajak kita dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan semangat belajar agar lebih rajin lagi. Dan khususnya untuk generasi muda, mari kita tunjukkan sebagai generasi yang mampu membuat negara tercinta kita, aman, tenteram, damai, dan lebih maju,” harapnya.

Heri Haryono menyatakan, kemajuan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang ditentukan oleh generasi muda sekarang ini.
“Maka saya mengajak generasai muda untuk meninggalkan sikap individualisme dan hedonisme. Generasi muda harus bersemangat dan selalu optimis untuk memberikan yang terbaik untuk tanah air kita tercinta. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan balajar dan berprestasi, serta mengharumkan nama bangsa. Karena itu, tunjukkan sikap patriotisme dan nasionalisme, untuk menjadi generasi muda yang lebih baik,” pesannya.
Rangkaian kegiatan “Agustus Ceria”, khususnya upacara peringatan HUT RI ini disambut baik warga Dukuh Gudang, Sumarsono.
“Upacara 17 Agustus di Dukuh Gudang ini terselenggara karena pertama-tama bahwa mereka yang (sering) upacara adalah mereka yang ada di instansi, di sekolah, para pegawai. Sementara untuk orang-orang desa yang bertani, buruh, tukang kayu, dan lain sebagainya, tidak bisa melaksanakan upacara. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan upacara di Dukuh Gudang agar supaya semua warga bisa menikmati upacara, bisa menghayati, bisa mengingat kembali perjuangan bangsa negara kita Indonesia dalam meraih kemerdekaannya dengan hikmat, dengan seluruh jiwa raga. Warga kami sungguh-sungguh bisa menikmati kemerdekaan dan bisa merayakan kemerdekaan,” ungkap ahli fisioterapi ini.









