WartaKita.org – Bulan Ramadan memiliki banyak sebutan. Diantaranya bulan ibadah, syahrul maghfiroh dan sering disebut syahrul tarbiyah atau bulan pendidikan, atau bulan edukasi.
Terminologi syahrul tarbiyah melekat pada bulan Ramadan karena pada bulan ini umat Islam dididik dengan banyak hal, terutama waktu. Misalnya kapan mengakhiri sahur dan kapan berbuka.
Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam Ceramah Tarawih di Masjid Syuhada Kotabaru, Yogyakarta pada Rabu (3/4/2024).
Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. mengungkapkan, di bulan Ramadan ini umat Islam dididik untuk merasakan apa yang dialami kaum dhuafa atau kaum fakir yang sepanjang hari merasakan haus dan dahaga bukan hanya di bulan Ramadan.
Ia menyatakan, bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al Quran untuk menjadi petunjuk bagi manusia, membedakan yang haq dan yang batil. Ayat pertama yang diturunkan dimulai kata iqra, yang artinya bacalah, yang dimaknai bahwa umat Islam harus selalu belajar. Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia dalam kehidupan yang universal, tidak hanya dalam hal ibadah.
“Dimanakah posisi umat Islam dalam ilmu pengetahuan? Islam pernah mengalami masa keemasan, atau golden era kaum muslim pada abad pertengahan. Sejarah peradaban dunia mengenal tokoh-tokoh Islam, seperti Ibnu Khaldun, Al Kindi dan lain sebagainya. Dari ilmuwan-ilmuwan Islam pula dikenal ilmu astronomi dan ilmu matematika termasuk aljabar,” katanya.
Mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini lalu bertanya, dimana kontribusi umat Islam di masa sekarang ini?
Pemikir-pemikir ilmiah Islam jumlahnya sedikit, tidak proporsional dengan jumlah umat muslim di dunia sebesar 23,5 persen. Termasuk Gross Domectic Product (GDP) yang di bawah 10 persen. Ini berkorelasi dengan pengetahuan yang mereka pahami. Yang ada di Al Quran belum diamalkan dengan sempurna.
“Seperti disampaikan dalam Hadits Riwayat Muslim, bahwa Rasulullah bersabda: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” Dan Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu,” ucap mantan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor ini.









