Pilgub Jateng, Warga Diajak Tolak Kampanye Hitam Dan Politik Uang

Acara FGD “Pemilu jujur dan bermartabat” yang diadakan FKDM Klaten, Rabu (21/3/2018).

WartaKita.org – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Klaten mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemilu jujur dan bermartabat” di Rumah Makan Papringan Klaten, Rabu (21/3/2018).

Panitia penyelenggara yang juga Sekretaris FKDM Klaten, Sudarwanto dalam laporannya menyampaikan, FGD ini diadakan untuk menjalin silaturahmi di antara tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh partai politik, dan generasi muda di Kabupaten Klaten. “Selain itu juga untuk mencegah dan mengantisipasi munculnya konflik di masyarakat akibat dari penyelenggaraan Pemilu,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sedang Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klaten Sigit Gatot Budiyanto menyatakan, tahun 2018 merupakan tahun politik. Karena pada tahun ini akan digelar Pilkada serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Selanjutnnya, pada tahun 2019 nanti akan ada Pileg dan Pilpres.

Sigit mengatakan, kesuksesan perhelatan demokrasi itu akan ditentukan oleh tiga unsur, yakni penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, dan masyarakat. Karena itu, penyelenggara Pemilu diminta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta jujur dan adil. Sedang peserta Pemilu perlu menyusun dan memaparkan program-program yang dapat menyejahterakan masyarakat. Sementara itu, masyarakat harus diajak untuk menngunakan hak pilihnya.

“Jangan tergiur dengan iming-iming uang Rp 50 ribu. Uang itu kalau dibagi selama 5 tahun akan menjadi tidak berarti. Apalagi kalau dibagi dalam hitungan bulan dan hari,” ujarnya.

Agar Pemilu dapat berlangsung Luber dan Jurdil, maka Kesbangpol Klaten mengajak masyarakat untuk menolak kampanye hitam dan politik uang, serta berita hoax.

“Tolak kampanye hitam. Money politic no. Lawan berita hoax. Maka, jangan asal klik, lalu share. Berita harus dicermati lebih dulu. Kita harus bijak dalam bermedia sosial,” pesannya.

Dalam FGD ini tampil dua narasumber, yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten Siti Farida dan Rektor Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Prof. Triyono. Siti Farida memaparkan tema Pemilu jujur dan bermartabat (sebuah harapan dan tantangan bersama). Sedang Prof. Triyono menyampaikan tema Pemilu jujur dan murah (solusi dan antisipasi potensi konflik).

Usai diskusi dilakukan Ikrar Damai “Pemilu Jujur dan Bermartabat”. Dalam ikrar damai itu, peserta FGD berikrar: satu, mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, berkualitas, bermartabat, dan akuntabel pada Pemilu yang akan datang.

Dua, mentaati dan menjunjung tinggi Undang Undang, Peraturan dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum, maupun peraturan lain yang terkait serta tidak mengangkat isu Suku, Agama, dan Ras (SARA) selama penyelenggaraan Pemilu.

Tiga, bersama polisi dan aparat TNI siap menjaga situasi keamanan, ketertiban masyarakat (KANTIBMAS) yang kondusif, aman, dan damai serta dapat mengendalikan massa pendukungnya masing-masing, dan mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparatur hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Empat, memberikan pendidikan politik serta mendorong masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang akan datang.

Dan lima, siap menang dan siap kalah dengan menerima hasil Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Acara FGD yang diadakan FKDM Klaten ini sebenarnya bertujuan baik. Namun sayangnya, sampai pada acara pemaparan materi dari narasumber berlangsung, nampak deretan tempat duduk peserta masih banyak yang kosong.

Pos terkait