WartaKita.org – Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS), Rama Yohanes Dwiharsanto, Pr melantik Panitia Sidang Delegasi Nasional (Denas) Marriage Encounter (ME) 2023 di Gereja Santa Teresia Salam, Kabupaten Magelang pada Minggu (18/9/2022).
Hadir dalam perayaan Ekaristi pelantikan ini Tim Eklesial Distrik 3 Jogja-Solo-Magelang (Joglolang), Rama P Susanto, Pr, Tim Eklesial Panitia, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr, Panitia Liturgi Denas, Rama Agus Rukmono OMI, Ketua Panitia Pasangan Suami Istri (Pasutri) Agus dan Vero, dan sebagainya.
Sekitar 40 pasutri dari Distrik 3 Joglolang hadir dalam Ekaristi Pelantikan Panitia Denas ini.
Sidang Denas ME sendiri baru akan dilaksanakan pada 26 sampai 29 Oktober 2023 di Rumah Pembinaan Suster-Suster Carolus Boromeus (RPCB) “Syantikara” Yogyakarta.
Distrik 3 Joglolang mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Sidang Denas ke 50 pada tahun depan. Karena acara ini melibatkan delegasi ME seluruh Indonesia, maka perlu dipersiapkan sebaik-baiknya, agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan sukses.
Untuk diketahui, sejarah ME diawali karena keprihatinan seorang imam muda, Gabriel Calco, Pr dari Spanyol yang menemukan pokok persoalan dalam pendampingan orang-orang muda bersumber pada relasi orangtua mereka.
Pastor Calvo kemudian membuat program WeekEnd untuk para pasutri. WeekEnd ini dirasa cukup berhasil karena menjawab kebutuhan orangtua dan berimbas pada kaum mudanya. Para pasutri ini membentuk Kelompok Marriage Encounter (ME) untuk membagikan pengalaman mereka.
Komunitas ini terus berkembang ke berbagai benua. Sampai saat ini, lebih dari 2 juta pasutri, ribuan Imam, Bruder, Suster telah mendapatkan manfaat dari WeekEnd ME yang telah mereka ikuti di seluruh dunia.
Di Indonesia, ME diperkenalkan pertama kali oleh Suster Patricia dari Gembala Baik kepada Uskup Agung Jakarta Mgr Leo Soekoto, SJ sepulang Suster Patricia mengikuti WeekEnd ME di Amerika.
Tanggal 25 – 27 Juli 1975 untuk pertama kalinya WeekEnd ME diselenggarakan di Evergreen Tugu Puncak. Tanggal bersejarah itu dicatat sebagai tanda masuknya ME pertama kali di Indonesia.
Komunitas ME di Indonesia sangat cepat bertumbuh. Kini ME sudah memiliki 19 Distrik yang terdiri dari Jakarta, Semarang, Joglolang, Surabaya, Purwokerto, Bandung, Ende, Manado, Makasar, Malang, Pontianak, Denpasar, Cirebon, Banjarmasin, Pangkalpinang, Maumere, Samarinda, Atambua dan Bogor.
Dan ada 7 Wilayah yang meliputi Pekanbaru, Sorong, Ruteng, Kupang, Palangkaraya, Mataram dan Palembang.
Tiap tahun diadakan Sidang yang diikuti oleh utusan masing-masing distrik dan wilayah. Sidang tahunan ini disebut Sidang Delegasi Nasional (Denas). Tahun 2023 nanti adalah Sidang yang ke 50, dan Distrik 3 Jogya Solo Magelang menjadi panitianya.

Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS), Rama Yohanes Dwiharsanto, Pr mewakili Bapa Uskup melantik kepanitiaan Denas dalam perayaan Ekaristi.
Rama Yohanes Dwiharsanto, Pr mengajak kepada panitia untuk menyiapkan acara ini sebaik-baiknya dan sedetail-detailnya.
“Mari kita menyambut para delegasi dari berbagai tempat dengan pelayanan dan keramahtamahan supaya mereka puas mengadakan Sidang di Jogya,” ajak rama.
Sedang Ketua Panitia Denas ke 50, Pasutri Agus-Vero juga mengajak para pasutri untuk selalu bersemangat dan bekerjasama agar acara Denas dapat berhasil.
“Mulai sekarang, mari kita bekerja keras dan bersinergi untuk menyambut saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu Tim Eklesial Panitia, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr mengungkapkan, mereka (panitia) semua adalah lilin-lilin yang sudah dinyalakan oleh Rama Vikep Kategorial, mewakili Bapak Uskup.
“Untuk itu, mari kita menyala bersama agar menjadi hangat dan berkobar dalam menjalankan tugas perutusan ini,” ujar rama.
Rama Joko menyemangati para pasutri dengan menyanyikan Lagu Joko Tingkir: “Joko Tingkir ngombe dawet. Ayo gek mikir, wektune cepet. Neng Magelang tuku tape. Para kadang ayo nyambut gawe…”
Kehadiran banyak pasutri ini menggambarkan semangat dan kegembiraan mereka dalam menyiapkan acara besar nanti.
Pelantikan panitia ditutup dengan berkat dari Rama Vikep Kategorial dan dilanjutkan ramah tamah bersama, sekaligus “kangen-kangenan” setelah sekian tahun tidak bertemu karena pandemi Covid-19.









