Warta Kita.org – Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Marsudirini Santa Maria atau ASMI STAMA Yogyakarta menggelar seminar dan bimbingan karier bertajuk “Potensi dan Tantangan Gen Z dalam Menembus Persaingan Kerja di Era Digital” di auditorium kampus setempat pada Jumat (31/10/2025).
Acara ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perubahan dunia kerja di era digital sekaligus mempersiapkan diri menghadapi ketatnya kompetisi global yang menuntut kreativitas dan kemampuan adaptasi.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur ASMI STAMA Yogyakarta Dr Kristina Wasiyati, S.Pd, M.Hum.
Seminar ini dimoderatori oleh Indrojiono.
Sedang dua narasumber yang tampil adalah Dr Bernardus Dwita Pradana, S.E., Me-Comm., CKM., CSFA., OIA., CPA., Ak., CFrA., ACPA., dan Maria Evitria Christiani, alumni jurusan Sekretari ASMI STAMA.
Keduanya dihadirkan untuk memberikan pandangan mendalam mengenai kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika dunia profesional yang terus berkembang.
Pada sesi awal, narasumber Dr Bernardus Dwita Pradana menyampaikan materi bertema “Menembus Persaingan Kerja di Era Digital: Potensi, Tantangan, dan Kunci Sukses Gen Z.”
Dalam paparannya, ia mengangkat kisah Quo Vadis tentang perjalanan Petrus dan Tuhan menuju Roma sebagai simbol pengorbanan dan arah hidup, sebagai refleksi penting dalam menentukan tujuan karir.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap kerja dari sistem yang terpisah menjadi saling terhubung dan efisien.
“Karena itu, generasi muda perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi dengan inovasi digital agar mampu bersaing secara produktif dan strategis,” katanya.
Sedang narasumber Maria Evitria Christiani melanjutkan dengan membagikan kisah perjalanannya selama 33 tahun sebagai sekretaris profesional.
Dalam sesi ini, ia menuturkan berbagai tantangan yang dihadapi selama berkarir serta strategi dalam mempertahankan performa kerja di tengah perubahan zaman.
“Membangun karakter yang tangguh, berpikir kritis, dan terus mengasah potensi diri ini penting agar Gen Z dapat mencapai kesuksesan dan tetap relevan di dunia profesional yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Sebagai penutup, moderator menyimpulkan bahwa sinergi antara manusia dan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan sistem kerja yang efisien dan efektif.
Ia mengajak peserta untuk mulai membangun kebiasaan positif dari hal-hal kecil, serta menyadarkan bahwa dunia kerja nyata jauh lebih menantang dibandingkan dengan gambaran ideal di layar film.
“Untuk masuk ke dunia profesional, dibutuhkan dedikasi, disiplin, serta kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi,” tandas moderator.
Dengan seminar ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami esensi dari perubahan dunia kerja di era digital, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan kompetensi diri, berpikir visioner, dan menyiapkan langkah konkret menuju kesuksesan karier di masa depan.









