Peringati HGN, Guru SMK Santo Fransiskus Semarang Siap Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Komandan Upacara Arif Alamsyah dan Petugas Pengibar Bendera (yaitu Baptista Varani Meta, Diah Ayu Febriawati, dan Agnes Kurniyati saat persiapan upacara bendera, Kamis (25/11/2021). Foto: Humas SMK Santo Fransiskus Semarang.

WartaKita.org – SMK Santo Fransiskus Semarang turut bergembira merayakan Hari Guru Nasional (HGN) dengan mengadakan upacara bendera dan ramah tamah di lapangan sekolah setempat, Kamis (25/11/2021) pagi.

Tema HGN tahun 2021 ini yaitu “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Bacaan Lainnya

Merujuk kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah tentang pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, maka upacara dilaksanakan secara daring  melalui media zoom meeting dan live streaming youtube.

Upacara bendera  ini menjadi lebih istimewa karena petugas upacara adalah para guru dan karyawan yang dikoordinir Yosep Pamiarso, yang juga Pembina OSIS setempat. Di tengah kesibukan para guru mengajar dan mendidik, mereka dengan tekun berlatih menyiapkan diri sesuai dengan tugas masing – masing.

Bertindak sebagai pembina upacara Hari Guru Nasional ini adalah Koordinator SMK Santo Fransiskus Semarang, Suster M Rosalia, OSF.

Koordinator SMK Santo Fransiskus Semarang Suster M Rosalia,OSF saat menyampaikan amanat dalam upacara Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/2021). Foto: Humas SMK Santo Fransiskus Semarang.

Suster M Rosalia, OSF dalam sambutan mengucapkan Selamat Hari Guru kepada para guru dan karyawan SMK Santo Fransiskus yang sudah mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk sekolah.

“Di tengah situasi pandemi seperti ini, semoga bapak, ibu guru tidak lelah menggunakan hati untuk tidak sekadar mengajar, namun juga mendidik para siswa” pesan suster.

Selain itu, Suster M Rosalia juga menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim.

“Setiap hari adalah hari guru, karena setiap hari guru mengabdikan dirinya untuk mendidik para siswa. Saya mengajak para guru untuk memanfaatkan teknologi informasi agar pembelajaran lebih menarik selama masa pandemi ini,” kata suster.

Sambutan Suster M Rosalia ditutup dengan satu motivasi dari pendiri kongregasi OSF, Ibu Magdalena Daemaen,

“Damai dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan diri sendiri hanya dapat dinikmati oleh orang yang mau menjalakan tugasnya dengan tekun. Maka saya berharap, bapak, ibu guru dan karyawan dapat menjalankan tugas dengan tekun dalam memberikan pelayanan terhadap peserta didik dan sesame,” ajak suster.

Rangkaian upacara Hari Guru Nasional ini diakhiri dengan acara ramah tamah yang diikuti oleh suster, para guru, dan karyawan, serta pengurus OSIS.

Perwakilan siswa, Geovanni Regina dan pengurus OSIS lainnya secara simbolis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para guru yang diterima Kepala SMK Santo Fransiskus Semarang, Yohanes Sudarna dalam acara ramah tamah peringatan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/2021). Foto: Humas SMK Santo Fransiskus Semarang.

Pada acara ini, suster, para guru, dan karyawan, mendapat “kejutan” dari para siswa yang diwakili pengurus OSIS.

Wakil Ketua OSIS SMK Santo Fransiskus Semarang, Geovanni Regina mewakili teman – temannya menyampaikan ucapan selamat Hari Guru.

“Suster, bapak, ibu guru, dan karyawan, saya mewakili seluruh siswa – siswi SMK Santo Fransiskus menyampaikan selamat hari guru. Kami berterima kasih atas pendampingan dan pelayanan yang sangat baik dan sabar kepada kami. Kami minta maaf, jika selama ini ada kesalahan-kesalahan  dan belum sesuai dengan harapan suster, dan bapak, ibu guru” ungkap Regina.

Sebagai ungkapan terima kasih, para siswa – siswi  menanyangkan video kegiatan bapak, ibu guru dan karyawan, serta tayangan drama yang menceritakan perjuangan pra guru dan karyawan dalam mendidik dan mendampingi para siswa.

Sementara itu Kepala SMK Santo Fransiskus Semarang, Yohanes Sudarna dalam sambutan saat acara ramah tamah mengingatkan kembali 4 kompetensi yang harus dikuasai para guru, yaitu kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional.

“Dalam masa pandemi seperti ini kita sebagai guru harus selalu meningkatkan dan meng-up grade kompetensi yang kita miliki, terutama kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, maupun  teknologi informasi agar bisa memberikan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang diminati dan mudah diterima siswa,” ucapnya.

Pos terkait