Perguruan Tinggi Asing Akan Hadir Di Indonesia

Seminar di Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Sabtu (10/2/2018).

WartaKita.org – Pemerintah berencana membuka Perguruan Tinggi Asing (PTA) di Indonesia. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi dalam bidang pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Teknologi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI Muhammad Dimyati pada seminar Pengembangan kelembagaan perguruan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Sabtu (10/2/2018).

Bacaan Lainnya

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur Pengembangan Kelembagaan Ditjen Kelembagaan Kemenristek Dikti RI Ridwan Anzib, Muhammad Dimyati, dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Soeratman. Seminar ini dihadiri pengurus Yayasan Pendidikan Indonesia, civitas akademika Unwidha, dan pimpinan perguruan tinggi di Klaten.

“Dengan adanya perguruan tinggi asing di Indonesia, nantinya diharapkan bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang menghasilkan inovasi-inovasi  yang bisa dimanfaatkan untuk bangsa kita sendiri dan bangsa lain,” katanya.

Dimyati menyatakan, keputusan Pemerintah untuk mengizinkan perguruan tinggi asing di Indonesia ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh bangsa Indonesia.

“Kita itu kalau pengin maju itu banyak caranya. Di negara-negara lain, banyak perguruan tinggi yang maju. Kalau kita tidak memanfaatkan keahlian mereka, kita hanya akan menjadi “penonton”. Untuk itu, keputusan Pemerintah mengizinkan perguruan tinggi asing di sini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.

Dimyati mengatakan, melalui regulasi yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti, pihaknya optimis keberadaan perguruan tinggi asing mampu mendorong kualitas perguruan tinggi yang ada di Indonesia menjadi lebih baik.

“Keberadaan perguruan tinggi asing itu harus bisa membawa perguruan tinggi kita tidak menjadi terpuruk, tetapi menjadi lebih baik.  Caranya, nantinya, perguruan tinggi asing itu lokasinya dibatasi. Artinya, PTA tidak boleh mendirikan kampusnya di sembarang tempat. Yang menentukan lokasinya adalah Kemenristek Dikti. Juga dibatasi pada program studi tertentu. Dan juga, harus bekerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” paparnya.

Apakah dengan adanya perguruan tinggi asing di Indonesia itu tidak akan mengancam ideologi Pancasila?  Dimyati menjelaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang sudah cukup dewasa dan kuat dengan berbagai hal, termasuk salah satunya urusan ideologi.

“Kita terdiri dari banyak pulau, ras, dan suku yang berbeda. Dan ternyata, itu bisa menyatu dengan perekat ideologi Pancasila. Maka kita berkeyakinan, kedatangan mereka (PTA), justru akan semakin memperkaya dan semakin membuat kita tertantang,” tandasnya.

Terkait, Rektor Unwidha Klaten Prof. Triyono mengaku tidak masalah dengan masuknya perguruan tinggi asing di Indonesia. Menurutnya, semua peguruan tinggi telah memiliki pangsanya (mahasiswa) sendiri.

“Ini justru memacu perguruan tinggi lokal untuk bersaing dalam hal mutu pendidikan. Sehingga keberadaan perguruan tinggi lokal akan tetap diminati masyarakat,” terangnya.

Pos terkait