WartaKita.org – Penderita Diabetes Melitus (DM) di dunia dan di Indonesia cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penderita Diabetes Melitus di Indonesia termasuk 5 besar di dunia.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten dr Netty Herawati Sp.OG pada seminar ilmiah yang diadakan di aula RSCH Klaten pada Sabtu (22/9/2018).
“Diabetes melitus atau kencing manis adalah kondisi kronis dan berlangsung seumur hidup yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dari makanan yang telah dicerna. Diabetes melitus ini tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan,” katanya
Dalam seminar ilmiah yang bertajuk “Penanganan terkini Diabetes Melitus dan komplikasinya” ini, dr Netty Herawati menyatakan, jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia dan di dunia cenderung meningkat.
“Ada sekitar 350 juta orang di seluruh dunia yang mengidap penyakit diabetes melitus ini. Dan (penderita diabetes melitus di) Indonesia termasuk 5 besar. Dari jumlah itu, sekitar 3-4 juta orang meninggal karena kadar gula darah yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, jumlah kematian akibat diabetes melitus akan meningkat dua kali lipat selama periode 2005 – 2030,” ujarnya
Netty Herawati menjelaskan, Diabetes Melitus disebabkan oleh faktor komprehensif, seperti dari segi keturunan, gaya hidup, obesitas, dan sebagainya. Meski begitu, Diabetes Melitus ini bisa dicegah perburukannya dan dihambat pertambahan jumlah penderitanya dengan upaya yang holistik, dari pencegahan sampai penindakan.
“RSCH Klaten sebagai rumah sakit tipe D bekerja sama dengan BPJS Kesehatan siap melayani pasien Diabetes Melitus. Kami telah menyiapkan 3 dokter spesialis penyakit dalam, 4 dokter spesialis mata, 1 dokter spesialis jantung, 3 dokter spesialis bedah, dan juga dokter spesialis rehabilitasi medik,” terangnya.
Sedang ketua panitia seminar, dr Adelia Aksi Pratiwi menjelaskan, seminar tentang Diabetes Melitus ini diatarbelakangi oleh semakin banyaknya penderita Diabetes Melitus.
“Dalam seminar ini, para dokter ingin belajar bersama bagaimana cara mencegah dan mengenali komplikasi dari Diabetes Melitus. Karena Diabetes Melitus ini adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, stroke, dan amputasi bagian tubuh. Semoga seminar ini bisa bermanfaat bagi dokter dalam melayani pasien,” harapnya.
Seminar ilmiah yang dimoderatori dr Lilik Endang Setyawati ini menampilkan tiga narasumber, yaitu dr Andang Setiadi, Sp.PD, M.Kes yang menyampaikan materi tentang Diabetus Mellitus dan Tatalaksananya, dr SG Indrawati, Sp.M(K) tentang Komplikasi Diabetus Mellitus pada Mata, Retinopati Diabetika, dan dr Nuril Ahmadi tentang Komplikasi Diabetus Mellitus pada Ginjal, Nefropati Diabetika dan Tatalaksananya.
Sedang peserta seminar adalah para dokter Pemberian Pelayanan Kesehatan (PPK) Tingkat I.









