Pemkab Klaten Raih Opini WTP Dari BPKP Jawa Tengah

Penyerahan opini WTP atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten Tahun 2018 oleh BPKP Jawa Tengah di Semarang, Selasa (28/5/2019).

WartaKita.org – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah memberikan pendapat “Wajar Tanpa Pengeculian” atau WTP atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2018.

Penyerahan opini WTP atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten Tahun 2018 oleh BPKP Jawa Tengah diterima langsung Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto di Gedung Pertemuan BPKP Jawa Tengah Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 175 Semarang, Selasa (28/5/2019).

Bacaan Lainnya

Melalui surat Nomor 17/S/XVIII.SMG/05/2019 tanggal 18 Mei 2019 tentang Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Kabupaten Klaten 2018, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah memberikan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualiaan” atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2018.

Pemeriksaan ini ditujukan  untuk memberikan opini atas  kewajaran penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten dengan memperhatikan kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian intern.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku sangat bersyukur atas capaian opini WTP 2018 ini.

Alhamdulillah, Klaten meraih WTP.  Matur nuwun atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlasnya, serta dukungan semua pihak,” tulis  Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sedang Kepala Bagian Humas Setda Klaten Wahyudi Martono menjelaskan, capaian opini WTP ini menjadi motivasi kuat dan tepat untuk menggairahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna bekerja keras dan bekerja ikhlas dalammenggapai WTP.

“Hasil ini adalah bukti  komitmen seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Klaten untuk mendukung visi dan misi Bupati Klaten Sri Mulyani dalam rangka mewujudkan Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pos terkait