WartaKita.org – Bangsa Indonesia dibangun atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Bangsa ini terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa daerah, dan budaya yang dipersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, sebagai sesama anak bangsa jangan merasa paling benar.
Pernyataan ini disampaikan Guru Besar Prof Mohammad Mahfud MD pada acara bertajuk “Dongeng Kebangsaan Mewujudkan Pemilu Ceria” yang diadakan di Gedung Sunan Pandanaran Komplek RSPD Klaten, Jumat (18/1/2019).
Acara yang digelar atas kerjasama Pemkab Klaten dan Polres Klaten tersebut dalam rangka mewujudkan situasi Kabupaten Klaten yang aman dan damai dalam rangka menyongsong Pemilu 17 April 2019.
“Di Indonesa ini ada enam agama yang diakui, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. Maka sebagai sesama anak bangsa tidak usah merasa paling benar. Yang penting yakin bahwa (agama) yang diyakini itu benar. Tidak usah menilai kebenaran (agama) orang lain. Karena itu, kita harus bersatu, sehingga semua umat beragama senantiasa dapat membangun kebersamaan di atas perbedaan yang ada,” katanya.
Prof Mahfud menyampaikan, para pemuda Indonesia telah memelopori Sumpah Pemuda yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam perbedaan. Karenanya, seluruh komponen bangsa harus bersatu untuk membangun Indonesia secara bersama-sama.
“Indonesia itu negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.400 pulau. Mempunyai penduduk terbesar ke-4 di dunia yaitu sebanyak 260 juta jiwa lebih, dan memiliki kekayaan alam terbesar di dunia. Potensi Bangsa Indonesia ini harus dikelola secara kompak dan jangan dikorupsi. Karena jika di Indonesia tidak ada korupsi, dengan didukung kekayaan alam yang melimpah itu, maka setiap warga negara dapat meraih penghasilan sebesar Rp20 juta per bulan,” ujarnya.
Terkait Pemilu, Mahfud berpesan agar rakyat yang sudah mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
“Karena pemimpin tetap lahir meskipun ada warga yang tidak memilih. Dan warga yang tidak memilih nantinya tetap terikat dengan keputusan pemimpin. Sehingga pada Pemilu nanti lebih baik memilih,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Prof Mahfud MD yang berkenan memberikan pencerahan melalui Dongeng Kebangsaan di Kabupaten Klaten ini.
“Saya berharap, dengan pencerahan dari Pak Prof Mahfud ini, gelaran Pilkades serentak di 270 desa di Kabupaten Klaten pada 13 Maret 2019 nanti dan Pemilu 17 April 2019 mendatang dapat berjalan aman dan lancar serta dalam suasana yang kondusif,” harapnya.









