Mahasiswa KKN UNS Tingkatkan Literasi Digital Ibu PKK Di Karanganyar Melalui Edukasi Berita Hoaks

Mahasiswa KKN UNS menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk "Saring Sebelum Sharing: Cara Cerdas Mengenali Berita Hoax" di Balai Pertemuan RT 02 Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar pada Kamis, 30 Juli 2026

Warta Kita.org – Maraknya penyebaran berita hoaks di media sosial menjadi tantangan yang perlu dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu-ibu yang aktif menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan.

Menyadari pentingnya kemampuan dalam memilah informasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Saring Sebelum Sharing: Cara Cerdas Mengenali Berita Hoax” di Balai Pertemuan RT 02 Lingkungan Dompon, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar pada Kamis, 30 Juli 2026

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi serta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menyebarkan berita kepada orang lain.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang digagas oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret Anida Fathonatul Haq di bawah bimbingan Dr. Fatma Ulfatun Najicha, S.H., M.H.

Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memverifikasi informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh semakin mudahnya penyebaran informasi digital yang tidak selalu disertai dengan kebenaran isi maupun sumbernya.

Kondisi tersebut menjadikan kemampuan menyaring informasi sebagai salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki masyarakat agar terhindar dari penyebaran berita hoaks.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RW dan Ketua RT setempat.

Selanjutnya, penyampaian materi mengenai pentingnya menyaring berita sebelum membagikannya, langkah-langkah sederhana untuk mengenali berita hoaks melalui pemeriksaan sumber dan isi berita, pengenalan media berita yang kredibel, serta rekomendasi situs pemeriksa fakta yang dapat digunakan untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi.

“Di era digital saat ini, setiap orang dapat menjadi penyebar informasi hanya dengan satu kali klik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Dengan menyaring informasi, maka penyebaran berita bohong dapat dicegah, terhindar dari adanya sanksi hukum, menjaga etika dan kesopanan dalam bermedia sosial, serta membangun ekosistem digital yang sehat.” ujar Anida Fathonatul Haq, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah sederhana untuk menyaring berita hoaks di media sosial melalui dua tahapan, yaitu memeriksa sumber dan memeriksa isi berita.

Pada tahap memeriksa sumber, peserta diajak untuk memastikan siapa yang membuat berita, dari mana asal informasi tersebut, kapan berita dipublikasikan, serta apakah foto atau video yang digunakan merupakan dokumentasi asli atau telah dimanipulasi.

Selanjutnya, pada tahap memeriksa isi berita, peserta diajak untuk menilai apakah informasi yang disampaikan masuk akal, didukung oleh bukti yang jelas, menggunakan kalimat yang berlebihan atau bersifat provokatif, serta membandingkan isi berita dengan informasi dari sumber lain yang kredibel sebelum memutuskan untuk mempercayai atau menyebarkannya.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik singkat dengan menganalisis contoh berita sehingga dapat menerapkan langkah-langkah yang telah dipelajari secara langsung.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan memperhatikan materi dan mengikuti sesi praktik secara aktif.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya serta mengetahui cara memanfaatkan media berita yang kredibel dan situs pemeriksa fakta sebagai sumber rujukan.

Diharapkan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar sehingga tercipta budaya bermedia digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab.

Melalui program “Saring Sebelum Sharing: Cara Cerdas Mengenali Berita Hoaks”, mahasiswa KKN Literasi 118 UNS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, sehingga dapat membantu mengurangi penyebaran berita hoaks di lingkungan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah setempat, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang semakin cakap digital.

Dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih waspada terhadap penyebaran berita hoaks serta mampu memanfaatkan media digital secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab.

Pos terkait