WartaKita.org – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menggelar kegiatan Berbagi dan Buka Bersama Yatim dan Dhuafa di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri Aisyiyah Klaten Jalan Dahlia nomor 4 Tonggalan, Klaten, Sabtu (23/4/2022) sore.
Dalam kegiatan sosial ini, KAI Commuter juga mengundang komunitas pengguna KRL (kereta rel listrik) “Semboyan Satoe Community”.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan KAI Commuter. Mereka memberikan santunan baik ke rumah ibadah maupun ke panti asuhan dan panti jompo.
“(kegiatan sosial) Ini dalam rangka (bersilaturahmi dengan) stakeholder kita, masyarakat di sekitar rel (dan stasiun), sehingga terinformasi kalau KAI Commuter juga melayani di daerah ini. Sehingga silaturahmi ini bisa membuat kita melakukan sosialisasi yang lebih masif tentang transportasi publik, khususnya tentang keselamatan,” katanya.
Anne Purba menyampaikan, dalam kegiatan sosial ini, KAI Commuter mengajak buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak-anak yang ada di LKSA Putri Aisyiyah Klaten.
“Kami berharap, semoga kegiatan ini menjadi berkat bagi kita semua. Dan semoga ibadah (Ramadhan) kita dilancarkan, sampai kita menyambut Idul Fitri nanti,” harapnya.

Sedang perwakilan Komunitas pengguna KRL “Semboyan Satoe Community”, Indra menyatakan, selama ini pihaknya bermitra dengan KAI Commuter. Komunitas ini sering digandeng KAI Commuter dalam berbagai kegiatan, seperti sosialidasi keselamatan.
“Kalau pelayanan KAI Commuter jelek, ya kita kritik. Tetapi kalau pelayanannya baik, ya didukung. Kita berharap, semoga angkutan lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Dapat mengantarkan penumpang ke tujuan dengan selamat,” ujarnya.
Sementara itu Pengasuh LKSA Putri Aisyiyah Klaten, Umi Munirotul Fuad mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran KAI Commuter dan Komunitas pengguna KRL di LKSA Putri Aisyiyah Klaten.
“Semoga silaturahmi ini dicatat sebagai amal sholeh dan dilipatgandakan karena dilakukan di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan ini menjadi barokah bagi kita semua,” doanya.
Umi Munirotul Fuad mengatakan, LKSA Putri Aisyiyah Klaten ini berdiri pada Juli 1968 di sekitar Stasiun Klaten. Dan mulai pindah di lokasi sekarang (Tonggalan) ini pada tahun 1983.
“LKSA Putri Aisyiyah Klaten ini membina dan mendampingi anak-anak dari usia SD, SMP, SMA atau SMK, dan kuliah. Untuk menopang keberlangsungan LKSA ini, kami menerima bantuan atau sumbangan dari para dermawan,” jelasnya.
KAI Commuter Jogja Solo

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menambahkan, potensi pengembangan KAI Commuter (jalur) Jogja – Solo ini luar biasa. Hanya, (pola penumpang) KAI Commuter di Jawa Tengah dan Jogja ini berbeda dengan daerah Jabodetabek.
“Kalau di sini, Sabtu, Minggu dan hari libur, justru penumpangnya naik. Karena ada potensi wisatawan atau pengunjung-pengunjung yang akan silaturahmi di Jawa Tengah, Jogja, Solo atau di Klaten ini,” terangnya.
Anne Purba mengemukakan, di Stasius Klaten, setiap hari biasa melayani 400 sampai 550 penumpang. Dan di hari libur, bisa mencapai sampai 700 penumpang.
“Tetapi untuk semua pengguna KAI Commuter Jogja, Klaten, dan Solo kalau pas hari libur, bisa mencapai 15 ribu penumpang. Kalau di hari biasa di angka 7000 sampai 9000 penumpang,” tandasnya.
Anne Purba menerangkan, dengan adanya beberapa evaluasi dan informasi, bahwa Jawa Tengah merupakan daerah tujuan pemudik dan potensi menggunakan KRL, maka KAI Commuter akan mengadakan rekayasa pola operasi selama Lebaran.
“Kita akan menjalankan sampai 24 perjalanan. Mudah-mudahan ini cukup. Kalau tidak cukup, akan dilakukan lagi rekayasa pola operasi. Dan transportasi yang digunakan tidak 4 kereta, tetapi 8 kereta sekali jalan,” ucapnya.









