Lawan Virus Corona, Budayawan Dan Tokoh Agama di Klaten Berdoa Bersama

Sejumlah budayawan dan tokoh agama berdoa bersama untuk menanggulangi pandemi virus corona di Burikan, Jumat (24/4/2020) pagi.

WartaKita.org – Berbagai upaya bisa dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi pandemi covid-19 atau virus corona.

Seperti yang dilakukan sejumlah budayawan dan tokoh agama di Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Mereka bersatu dan berdoa bersama di jalan persawahan Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jumat (24/4/2020) pagi.

Hadir dalam doa bersama ini Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Klaten Wahyudi Martono, budayawan dari Kecamatan Cawas Supriyadi “Jimbling”, perwakilan atau tokoh agama Hindu Pinandita Bima Mahendra, Pastor Kepala Paroki Santa Maria Assumpta Cawas Rama Alexander Joko Purwanto, Pr (Katolik), dan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Maulana Bayat, Muhammad Imam Maulana alias Gus Muh Maulana.

Para tokoh agama tersebut berdoa memohon kepada Tuhan agar pandemi virus corona ini segera berlalu dari bumi Nusantara. Mereka berdoa agar masyarakat diselamatkan dari wabah virus corona.

Bupati Klaten melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Klaten Wahyudi Martono menyampaikan, virus corona adalah musibah luar biasa. Karena itu, virus corona harus dilawan bersama-sama.

Wahyudi Martono mengapresiasi apa yang dilakukan sejumlah budayawan dan tokoh agama yang telah tergerak hatinya untuk berpartisipasi dan bersama-sama melawan virus corona sesuai kemampuan dan bidangnya.

“Yang pendoa (tokoh agama), ya membantu dengan doa. Yang budayawan, membantu mensosialisasikan agar masyarakat bisa taat, bisa tertib dengan imbauan Pemerintah untuk mencegah virus corona. Yaitu dengan menjaga jarak, makan makanan bergizi, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan lainnya. Tujuannya sama, yaitu ingin berpartisipasi dalam menanggulangi virus corona sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing,” katanya.

Sedang penggagas doa bersama yang juga budayawan dari Kecamatan Cawas, Supriyadi “Jimbling” menjelaskan, doa bersama ini merupakan upaya untuk mensinergikan antara manusia dan alam. Karena selama pandemi virus corona ini, seolah-olah aura alam itu tertutup.

“Maka, kita kembali ke alam untuk membuka aura yang tertutup itu sesuai agama dan keyakinan yang kita anut. Semoga dengan doa-doa kita, dan apa yang telah diupayakan Pemerintah dalam menanggulangi virus corona ini dapat segera berhasil. Sehingga kita segera bebas dari virus corona,” harapnya.

Sementara itu Pastor Kepala Paroki Santa Maria Assumpta Cawas Rama Alexander Joko Purwanto, Pr menyambut baik acara doa bersama yang merupakan kerjasama antara budayawan dan tokoh-tokoh lintas agama untuk ikut berpartisipasi dalam menanggulangi wabah virus corona ini.

“Kami dari Gereja sudah mengusahakan dengan berbagai macam cara (untuk menanggulangi wabah virus corona). Selain dengan doa-doa, juga mengikuti petunjuk atau arahan dari Pemerintah supaya tidak mengadakan peribadatan secara bersama-sama, mengurangi kumpul (social dan physical distancing), menjaga kesehatan, dan lainnya,” ungkapnya.

Rama Alexander Joko Purwanto menambahkan, Gereja Paroki Cawas juga ikut terlibat dalam kegiatan di masyarakat, seperti membantu pengadaan masker, sembako, handsanitizer, disinfektan, dan sebagainya.

“Kita usahakan untuk bisa membantu masyarakat. Karena Gereja hidup di tengah masyarakat, maka kita juga ikut mengambil bagian di situ. Ini juga bagian dalam kebersamaan dengan warga masyarakat yang lain,” ucapnya.

Pos terkait