Lakukan Banyak Program, Tim KKN Kelompok 21 UNS Di Ngargorejo, Boyolali Bantu Menata Kawasan Waduk Cengklik

Tim KKN Kelompok 21 UNS di Desa Ngargorejo berfoto bersama Dosen Pembimbing dan Kepala Desa saat acara pelepasan.

WartaKita.org – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) telah selesai melakukan pengabdian masyarakat di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (5/3/2024) lalu.

KKN mengusung tema “Penataan Kawasan Waduk Cengklik”.

Bacaan Lainnya

Dalam KKN ini, mereka telah melaksanakan beberapa program yang bertujuan untuk memberdayakan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menata Kawasan Waduk Cengklik.

Tak hanya itu, mereka juga mengandeng pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, khusunya Unit Penglolaan Bendungan Waduk Cengklik untuk melaksanakan program-program tersebut.

Di sisi lain, kegiatan KKN tersebut juga berupaya untuk turut serta mendukung upaya revitalisasi Waduk Cengklik guna meningkatkan fungsi dan manfaat waduk dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Anggota Tim KKN UNS di Desa Ngargorejo, Bayu Adi menyampaikan, program kerja yang dilaksanakan menargetkan khusunya kepada masyarakat yang memiliki aktivitas yang bersinggungan langsung dengan Waduk Cengklik.

Program-program kerja yang sudah terlaksana meliputi bidang pendidikan, sosial budaya, pembangunan ekonomi, prasarana dan sarana, kesehatan dan lingkungan, serta bidang pariwisata.

“Tidak hanya itu, kami juga aktif dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat untuk lebih mendekatkan diri dengan lingkungan,” katanya.

Acara gerak jalan dan bersih-bersih sekaligus merayakan Isra Mi’raj dengan tujuan akhir Plaza Waduk Cengklik.

Di bidang pendidikan, mereka melakukan program edukasi pengendalian sampah sejak dini dengan acara gerak jalan dan bersih-bersih sekaligus merayakan Isra Mi’raj dengan tujuan akhir Plaza Waduk Cengklik.

Selain itu, ada pula program pembuatan pojok baca untuk memberikan sarana edukasi kepada anak-anak di MI Ngargorejo. Program-program tersebut disambut antusias anak-anak, sehingga edukasi yang disampaikan diharapkan dapat tertanam dengan baik.

Di bidang pembangunan ekonomi, untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha bagi masyarakat dilaksanakan beberapa sosialisasi sekaligus pelatihan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan potensi yang ada di Kawasan Waduk Cengklik, utamanya di bidang pariwisata.

Beberapa program tersebut diantaranya pelatihan desain, pelatihan sablon, dan pembuatan pot sebagai cinderamata pariwisata Kawasan Waduk Cengklik yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam berusaha serta membuka peluang ekonomi baru. Hal ini mengingat potensi pariwisata Waduk Cengklik yang begitu luas, namun belum tergali sepenuhnya.

Di samping itu, sebagai upaya tindak lanjut masyarakat juga diberikan sosialisasi pembayaran berbasis digital dan pelatihan marketing online dalam upaya menigkatkan kemampuan masyarakat dalam pemasaran yang tidak hanya secara lokal, tetapi juga melalui pasar online.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan subtitusi pupuk kimia menggunakan pupuk hijauan enceng gondok bagi pertanian di sekitar Waduk Cengklik.

Di bidang kesehatan dan lingkungan terdapat dua program unggulan.

Pertama, program pembuatan kebun gizi sebagai upaya dukungan dari kelompok KKN dalam pencegahan stunting di Desa Ngargorejo. Mereka melakukan pendampingan kepada kelompok PKK dan desa. Program ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Desa, sehingga menghasilkan satu kebun baru bagi desa setempat.

Kedua, program sosialisasi dan pelatihan subtitusi pupuk kimia menggunakan pupuk hijauan enceng gondok bagi pertanian di sekitar waduk. Program ini mendapatkan respon yang antusias dari para petani. Di sisi lain, program tersebut juga turut membantu pihak pengelola bendungan dalam mengendalikan hama enceng gondok yang mengganggu aktivitasi pengarian.

Di bidang pariwisata, mereka telah melaksanakan beberapa program sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata Kawasan Waduk Cengklik yang Hijau dan Berkelanjutan.

Pertama, program pemetaan potensi pariwisata Kawasan Waduk Cengklik yang bertujuan untuk memberikan gambaran pengembangan pariwisata kepada para stakeholder di kawasan tersebut.

Kedua, program beautifikasi objek wisata Mini Botanical Garden untuk menata sekaligus mempercantik objek wisata guna menarik hati para wisatawan.

Selanjutnya, ada program pembuatan informasi pariwisata untuk mengenalkan sekaligus memberikan infomasi pariwisata kepada para wisatawan.

Kegiatan pelatihan sablon untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam berusaha serta membuka peluang ekonomi baru.

Dan terakhir, program inisiasi atraksi kegiatan sebagai upaya menarik minat wisatawan. Kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dari warga maupun wisatawan yang dibuktikan dengan meriahnya acara tersebut.

Program-program tersebut diharapkan memberikan dampak baik kepada masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan sosialisasi yang telah dilaksanakan. Selain itu, program tersebut juga diharapkan secara tidak langsung mampu memberikan kontribusi dalam penataan Kawasan Waduk Cengklik.

“Tim KKN Kelompok 21 mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing, masyarakat Desa Ngargorejo, masyarakat Desa Senting, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo khususnya Unit Pengelolaan Bendungan Waduk Cengklik, dan semua pihak yang berpartisipasi dan mendukung kegiatan KKN UNS Tahun 2024 di Desa Ngargorejo,” ucapnya.

Pos terkait