Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Mahasiswa KKN UNS Sosialisasikan Pemanfaatan Kotoran Ternak Jadi POP Di Bakipandeyan

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 242 mengadakan sosialisasi pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik padat (POP) di Balai Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (13/8/2026).

Warta Kita.org — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 242 mengadakan sosialisasi pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik padat (POP) di Balai Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (13/8/2026)

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), pengurus BUMDes Desa Bakipandeyan, dan perwakilan Karang Taruna desa.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan potensi kotoran ternak sebagai bahan dasar pupuk organik.

Kotoran ternak dapat diolah melalui proses pengomposan dengan mencampurkannya bersama bahan kaya karbon seperti sekam padi, jerami, serbuk gergaji, atau daun kering.

Proses tersebut dapat dibantu dengan aktivator mikroba dan dilakukan selama kurang lebih 30–45 hari hingga pupuk matang.

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi POP tidak hanya membantu mengurangi limbah peternakan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lahan pertanian.

Pupuk organik dapat membantu meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur dan kemampuan tanah dalam menahan air, serta menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Pemanfaatannya juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan potensi kotoran ternak sebagai bahan dasar pupuk organik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri pupuk organik yang telah matang.

POP yang matang memiliki warna cokelat tua hingga hitam, tidak berbau menyengat, memiliki suhu yang mendekati lingkungan, serta bertekstur remah dan tidak lengket.

Melalui kegiatan ini, KKN UNS Kelompok 242 mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kotoran ternak yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat partisipasi dari peserta.

Melalui sosialisasi ini diharapkan masyarakat Desa Bakipandeyan dapat mulai menerapkan pengolahan limbah ternak secara lebih optimal serta mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Pos terkait