WartaKita.org – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi mengunjungi lokasi pengungsian erupsi Gunung Merapi di Balai Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu ( 11/11/2020).
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Jawa Tengah ini didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda diantaranya Dirlantas, Dirsabhara, Kabid Dokkes, Karolog, Dansat Brimob, Kabid Propam dan Kabid Humas.
Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf Ustadi Rahmat, Kepala BPBD Kabupaten Klaten Sip Anwar, dan sejumlah aparat pemerintahan kecamatan dan desa.
Kapolda Jateng tiba di Balerante pada pukul 11.30 WIB. Kapolda langsung melakukan pengecekan ruang CCTV dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi.
Di ruang tersebut, Kapolda dan jajaran melakukan koordinasi dengan Kepala BPBD Klaten tentang tata kelola penanganan bencana erupsi Gunung Merapi baik jalur evakuasi, sarana prasarana evakuasi, hingga penanganan di lokasi pengungsian.
Usai mengecek alat pantau, Kapolda dan rombongan kemudian melakukan pengecekan kondisi pengungsi. Di aula Balai Desa Balerante ini terdapat 88 pengungsi dari warga setempat yang terdiri dari 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, 3 ibu hamil dan menyusui, 2 warga sakit, 3 disabilitas, dan 33 dewasa. Mereka sudah menempati lokasi pengungsian selama 5 hari.
Kapolda Jateng menjelaskan, kedatangan mereka ke Balerante ini adalah dalam rangka Operasi Aman Nusa untuk menangani Covid-19 dan berbagai kejadian kontijensi lainnya seperti erupsi Gunung Merapi.
Kapolda menekankan, pertama, dalam penanganan pengungsi ini harus mengutamakan aspek protokol kesehatan, baik itu masyarakat maupun petugasnya.
“Kita tidak mau dalam bencana (erupsi Merapi) ini akan timbul klaster baru. Sehingga Kabid Dokkes sudah kami perintahkan agar bersama Dinas Kesehatan terkait agar betul-betul mengawasi masyarakat kita yang terdampak erupsi atau pengungsi,” kata Kapolda.
Penekanan kedua dari Kapolda adalah penggunaan kearifan lokal dalam penanganan erupsi Gunung Merapi. Kearifan lokal yang dimaksudkan yaitu pelibatan masyarakat lokal untuk menjadi relawan. Hal ini dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi lapangan.
“Ini sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini. Kepala Desanya paham betul kondisi desanya. Tentunya tetap di-back up oleh jajaran TNI dan Polri. Yang jelas, Polres, Kodim dan Pemda sudah siap dalam rangka menangani erupsi Merapi,” tegas Kapolda.
Kemudian terkait evakuasi ternak, Kapolda menjelaskan, atas inisiatif Kapolres Klaten dan para relawan, ternak-ternak ini sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi ini nantinya akan ada petugas yang berjaga.
“Kesiapan evakuasi mandiri juga sudah sangat baik. Masyarakat sudah dilatih untuk menyiagakan kendaraan pribadinya,jika sewaktu-waktu harus evakuasi darurat. Termasuk kesiapan sarana evakuasi massal mandiri,” ujar Kapolda.
Kapolda beserta rombongan meninggalkan lokasi pengungsian pada pukul 12.30 WIB. Sebelumnya, rombongan menyerahkan bantuan sembako untuk pengungsi erupsi Gunung Merapi.









