WartaKita.org – KAI Commuter memprediksi, sejumlah stasiun di Wilayah 6 Yogyakarta masih akan ramai hingga Senin (15/4/2024). Keramaian penumpang ini termasuk di stasiun keberangkatan dan tujuan Commuter Line Palur – Yogyakarta.
Pernyataan ini disampaikan VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba saat konferensi pers terkait pelaksanaan layanan operasional Commuter Line di Wilayah 6 Yogyakarta dalam Masa Angkutan Lebaran tahun 2024 di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (13/4/2024) siang.
“Kami (KAI Commuter) memprediksi, hingga Senin (15/4/2024) volume penumpang Commuter Line Palur – Yogyakarta tetap tinggi. Hal itu seiring dengan volume penumpang kereta jarak jauh yang masih tinggi. Karena istilahnya, ada mudik kedua atau edisi liburan,” katanya.
Anne Purba menyampaikan, hingga Senin, volume penumpang Commuter Line Palur – Yogyakarta diprediksi lebih dari 25.000 orang akan naik atau turun dari Palur hingga Yogyakarta.
Karenanya, guna melayani edisi liburan itu, KAI Commuter berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) untuk mempertahankan 30 perjalanan Commuter Line. Selain itu, KAI Commuter juga menjaga koneksi dengan kereta jarak jauh dan kereta bandara.
“Prediksi ini juga didasarkan pada volume penumpang dari stasiun keberangkatan Kutoarjo. Karena keberangkatan dari Kutoarjo juga meningkat signifikan,” ujarnya.
Anne menjelaskan, selama masa Angkutan Lebaran dari Minggu (31/3/2024) hingga Jumat (12/4/2024), KAI Commuter mencatat rekor baru, yaitu sudah melayani 300.000 penumpang lebih baik yang naik ataupun turun.
Untuk stasiun di Yogyakarta, volume penumpang sudah mencapai 10.000 orang, baik yang naik ataupun turun.
Sedang untuk empat stasiun di Solo, volume penumpangnya sudah mencapai 11.000 orang yang berangkat ke arah Yogyakarta. Volume penumpang ini tersebar di Stasiun Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres dan Palur.
“Bahkan Stasiun Palur sebagai stasiun tujuan yang terakhir kali bergabung dalam rute Commuter Line Palur – Yogyakarta, kini mencatatkan hampir 4.000 penumpang. Volume ini seimbang dengan yang ada di Stasiun Solo Balapan. Walaupun memang Solo Balapan masih menjadi stasiun dengan volume tertinggi untuk di Solo,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Anne, tidak semua penumpang dari Yogyakarta atau Palur bertujuan akhir di stasiun Solo atau stasiun akhir Yogyakarta. Karena Stasiun Klaten justru melayani hampir 2.000 penumpang untuk naik dan turun. Bahkan, Stasiun Delanggu kemarin juga mencatat rekor.
“Delanggu itu surprise buat kami. Karena melayani hampir dari 1.000 penumpang,” ucapnya.









